Negara Melarang ASN Bercadar dan Celana Cingkrang?

  • Bagikan

Menteri Agama Jenderal TNI (Purn) Fachrul Azazi Razi mendadak viral usai memberikan pernyataan tentang penggunaan celana cingkrang dan cadar atau niqab di lingkungan kerja Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kamu gak lihat aturan negara gimana? Kalau gak bisa ikuti, keluar kamu,” ujar Fachrul di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kamis, 31/10/2019.

Tata cara berpakaian ASN telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) No 71 Tahun 2018. Namun peraturan ini lebih spesifik mengatur pakaian ASN saat acara resmi seperti upacara, acara kenegaraan, dan lainnya.

Untuk Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah, aturan pakaian dinas ASN diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2016 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 60 Tahun 2007 tentang Pakaian Dinas Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Departemen Dalam Negeri dan pemerintah daerah.

Dalam aturan tersebut terpampang gambar pakaian dan penggunaan atribut tiap seragam. Berikut aturan penggunaan pakaian sehari-hari ASN di lingkungan Kementerian Dalam Negeri serta Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, dalam Pasal 12A Permendagri No.6 Tahun 2016: Penggunaan pakaian dinas di lingkungan Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah
Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud Pasal 2:

a. Hari Senin dan Selasa menggunakan PDH warna khaki;
b. Hari Rabu menggunakan PDH Kemeja Warna Putih, celana/rok hitam atau gelap;
c. Hari Kamis dan Jumat menggunakan PDH Batik/Tenun/Pakaian khas daerah

Sebelumnya, video larangan penggunaan cadar dan celana cingkrang di lingkungan kerja ASN mendadak viral.

Terkait hal ini, Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan, penggunaan cadar tidak ada kaitannya dengan kualitas keimanan seseorang karena hanya budaya Arab.

Namun untuk melarang penggunaan cadar, “Bukan kewenangan kita untuk melarang itu (cadar), sebab di Islam juga tidak ada mengatakan dilarang,” ujar Fachrul dalam wawancara khusus bersama IDN Times di Kantor Kementerian Agama Jakarta, Kamis, 31/10/2019.

  • Bagikan