Google Batasi Iklan Berbau Politik

  • Bagikan

Google berencana membatasi iklan politik di berbagai platform miliknya, seperti seperti Youtube dan Google Search.

Melalui blog resminya, Google mengumumkan bahwa mereka tetap akan menerima iklan politik dan tetap membiarkan pengiklan bisa terus mentargetkan berdasarkan usia, jenis kelamin, dan lokasi.

Namun, Google tidak akan mengizinkan iklan kampanye politik yang secara khusus mentargetkan penggunaannya berdasarkan kecenderungan politiknya.

Ringkasnya, Google akan menolak iklan politik yang terang-terangan meminta masyarakat untuk memilih si pengiklan. Rencananya, kebijakan baru Google ini akan diimplementasikan pertama kalinya di Inggris.

“Kami menyadari bahwa dialog politik yang kuat adalah bagian penting dari demokrasi, dan tidak ada yang dapat menilai secara adil setiap klaim politik, tuntutan balik, dan sindiran,” tulis Google dalam blognya, seperti dilansir dari CNBC, Jumat 22 November 2019.

Jalan tengah yang ditempuh Google terkait iklan politik cukup logis. Induk perusahaan Google, Alphabet, mendapatkan 84 persen pendapatannya dari iklan yang sebagian besar berasal dari search ads. Angka ini terus meningkat dari platform video Youtube.

Google bukan yang pertama memiliki rencana untuk membatasi iklan politik. Platform lain juga telah membatasi iklan politik.

Seperti yang telah diumumkan oleh Twitter, platform berlogo burung ini dengan tegas menolak seluruh iklan politik.

Sedangkan Facebook, mereka masih menerima iklan politik dengan catatan tertentu.  Chief Executive Officer (CEO) Facebook Mark Zuckerberg, mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mengecek benar atau tidaknya iklan itu, baik dari kandidat maupun kampanye politik.

  • Bagikan