Bupati Trenggalek, Nur Arifin, Resmikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dari Ditjen Cipta Karya

  • Bagikan

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin resmikan operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA), di Dusun Tumpak Mulyo Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek.

IPA bantuan dari Ditjend Cipta Karya Kementrian PUPR, dengan pendanaan pinjaman dari Hungaria ini dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek yang diserahkan kembali kepada Perumda Tirto Wening Trenggalek, Senin (25/11/2019). Kegembiraan terlihat dari raut Wajah Bupati Trenggalek ini karena air yang dihasilkan sudah layak minum.

Bantuan Instalasi Pengelolaan Air bantuan dari Ditjen Cipta Karya ini ditujkan untuk pemenuhan kebutuhan air minum IKK Kecamatan Bendungan dan Pogalan sesuai dengan perinsip 3K (kualitas, kuantitas dan kontinuitas) yang terjaga,” ujar Direktur PDAM Kabupaten Trenggalek, Mariyati.

Sedangkan Bupati Trenggalek, menambahkan “patut disyukuri keberadaan IPA di Trenggalek sudah dapat dirasakan kebermanfaatannya. Apalagi Trenggalek mendapatkan 2 Instalasi Pengelolaan Air sekaligus,” ungkapnya.

Cukup beruntung karena tidak semua daerah mendapatkan bantuan ini, padahal màsih banyak Provinsi dan Kabupaten Trenggalek yang belum mendapatkan bantuan IPA ini.

Mariyati Direktur PDAM Kabupaten Trenggalek, membenarkan hal tersebut, ikut menjelaskan “Instalasi Pengolahan Air ini merupakan batuan hibah dari Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR yang melalui dana pinjaman dari Pemerintah Hungaria. Dari Ditjen Cipta Karya dihibahkan ke Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan selanjutnya diserahkan kepada PDAM.

Menurut Direktur PDAM ini manfaat IPA sendiri untuk menambah kapasitas pendistribusian air minum, kepada masyarakat. kapasitas mesin otomatis ini dapat menghasilkan 40 liter air minum perdetik, untuk 3.200 pelanggan.

Sudah ada existing yang lama dengan kapasitas 50 liter perdetik namun dilakukan secara manual. Bila digabung dapat menghasilkan 90 liter perdetik, cukup untuk pendistribusian air kepada 7.200 pelanggan untuk mencukupi kebutuhan Kecamatan Kota, Pogalan Tugu dan Karangan.

Sedangkan tujuan dari IPA sendiri ditujukan untuk masyarakat dengan perinsip 3K, Kontinuitas, Kuantitas dan Kualitas.

Bupati Trenggalek, menambahkan “kita punya PR untuk pelayanan air bersih kepada masyarakat. Sampai sejauh ini baru 77,7% masyarakat yang dilayani pelayanan air bersih baik dari PDAM, Pamsimas atau program yang lainnya.

Pak Presiden inginnya coverage nya bisa 100%. Ini sebenarnya sudah cukup luar biasa karena saya masuk baru 30%, pelayanan air bersih di Kabupaten Trenggalek.

Ini adalah suatu pencapaian, kemudian terobosan bagi Pemerintah RI dengan menggandeng beberapa negara salah satunya Hongaria khususnya dalam hal penyediaan air bersih ini sudah cukup baik. Kedepan saya nanti akan tetap mengusulkan karena ada beberapa sumber yang masih bisa kita kelola, semoga tidak idle kapasitas sehingga masih bisa kita layani.

Bagusnya lagi ini sudah layak minum, tinggal nanti kita siapkan lagi jaringan khusus yang tidak tercampur dengan jaringan yang lama, sehingga tidak lama lagi seluruh fasilitas pelayanan publik Trenggalek seperti Alun-alun, kemudian taman-taman, stadion bisa punya keeping water yang bisa langsung bisa kita minum sehingga ketika masyarakat ketika jalan-jalan, berolahraga tidak perlu capek-capek beli minum. Langsung ada tempat minum gratis di tempat tersebut, tandasnya

  • Bagikan