Angkat Perekonomian Masyarakat Melalui Susu Kambing Etawa

  • Bagikan

Desa Suruh Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek, Jatim mendapatkan kucuran anggaran senilai Rp. 1,290 miliar, dari program Pilot Inkubasi Inovasi desa dengan program Pilot Inkubasi Inovasi Desa – Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID-PEL) Kementrian Desa RI.

Kambing Etawa atau PE menjadi komoditas penting di Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek, Jatim guna menjadi pengungkit perekonomian masyarakat.

Saat ini tengah dikembangkan Gedung Pengolahan dan Rumah Pajang untuk olahan susu Kambing Etawa di Suruh yang bersumber dari program Pilot Inkubasi Inovasi desa dengan program Pilot Inkubasi Inovasi Desa – Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID-PEL) Kementrian Desa RI.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Trenggalek, menyambut baik upaya positif oleh masyarakat Desa Suruh tersebut dan berterima kasih kepada Kementrian Desa yang telah mengintervensi anggaran terhadap inovasi luar biasa yang coba dikembangkan oleh Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Suruh.

“Kita ini memang harus sudah memikirkan bagaimana ada tambahan nilai ekonomis dari potensi yang dimiliki. Misalnya ternak, kita tidak bisa berhenti hanya pada komoditas tersebut hanya untuk diambil dagingnya saja. Kota harus berbicara lain terhadap potensi tersebut seperti mengambil susunya misalnya,” ujar Agung kepada Awak media, Minggu (15/12/2019) usai meresmikan Gedung Olah dan Rumah Pajang olahan susu Etawa di Suruh.

Lebih lanjut pria berkumis tipis ini menambahkan, “susu pun tidak hanya berhenti pada itu saja, kita harus mencoba mengembangkan turunannya seperti yang sedang dilakukan di Desa Suruh ini,” lanjutnya.

Karena menurutnya dengan mengembangkan turunannya, kita tidak hanya mendapatkan keuntungan dari penjualan saja, melainkan juga menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan perekonomian dan yang lainnya, karena ibu rumah tangga tidak nganggur, atau memberikan tambahan. Penghasilan kepada keluarga.

Dengan begitu ekonomi kerakyatan bisa berkembang. Coba bayangkan bila minimal satu hari, ibu-ibu rumah tangga ini bisa memerah 1 liter susu per ekor kambing dan dirumah ada 3 ekor kambing, tentunya akan ada penghasilan tambahan Rp. 45 ribu setiap harinya bila kita anggap harga susu Kambing PE ini Rp. 15 ribu per liternya.

Angka Rp. 45 ribu itu kan angka yang lumayan bagi ibu rumah tangga untuk menambah pendapatan ekonomi keluarga.

Asisten yang juga merangkap sebagai Plt Kepala Dipertapan ini menambahakan, masyarakat jangan takut bila offer stock atau yang lainnya, karena bila kelebihan kapasitas, Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah bekerjasama dengan Kabupaten Sleman untuk susu Kambing Etawa ini. “Kalau kelebihan stock kita lempar ke Sleman dan mereka mau menerima berapapun susu dari kita. Namun kalau bisa, kita olah semaksimal mungkin untuk memberdayakan ekonomi masyarakat. Bila memang offer stock baru kita kirim ke sana.

“Ada yang sedikit unik dengan Susu Etawa ini, bila stocknya banyak malah justru harganya semakin mahal,” lanjut Agung.

Hal ini dibenarkan oleh Camat Suruh Trenggalek, Agus Utoyo. “Semakin banyak justru harga susu Kambing Etawa ini akan semakin mahal, apalagi susu kita terholong suau organik,” timpal Agus saat itu.

Diterangkan oleh Camat Suruh ini, selama ini Peternak Kambing Etawa di daerahnya telah bekerjasama dengan Sleman, dan setiap bulannya di musim kering kemarin ditarget satu Ton susu dan tentunya di musim penghujan ini semakin bertambah karena lahan pakan semakin banyak.

Agus menambahkan, Kambing Etawa ini akan dijadikan sebagai komoditas unggulan, tidak hanya di Desa Suruh saja melainkan juga di desa-desa lainnya. Pasalnya topografi Suruh pegunungan, sehingga tidak mungkin mengandalkan pada sektor lain seperti pertanian.

Dengan adanya program Pilot Inkubasi Inovasi desa dengan program Pilot Inkubasi Inovasi Desa – Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID-PEL) dari Kementrian Desa, ini, minat masyarakat terhadap Kambing PE semakin bertambah pasalnya kelompok ternaknya sesuai catatan juga semakin bertambah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Trenggalek, Edy Supriyanto mengapresiasi inovasi yang coba dikembangkan oleh Desa Suruh tersebut. Menurutnya, “ternyata potensinya cukup luar biasa,” terang Edi.

Pejabat yang hobi main bola ini berharap, masyarakat dan pemerintah Desa Suruh bisa terus mempertahankan hal tersebut sehingga dapat terus maju dan berkembang sehingga perekonomian masyarakat bisa berkembang dan akhirnya masyarakat sejahtera,” tandasnya

  • Bagikan