Akhir Tahun 2019 Bupati Trenggalek Lantik 42 Pejabat Baru

  • Bagikan

Sebanyak 42 pejabat (5 fungsional, 9 Kepala Bagian dan 28 pejabat eselon IV) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Trenggalek dilantik oleh Bupati Mochamad Nur Arifin, Senin (31/12/2019) di Gedung Bawarasa Trenggalek.

Lantik 42 pejabat, Bupati Arifin Pesankan Tambahan Penghasilan Masyarakat Trenggalek Melalui Sektor Pariwisata dan Reduksi Pembiayaan Melalui E-government

42 pejabat yang dilantik ini sebagian besar merupakan pejabat dilingkup Sekretariat Daerah Trenggalek, dan selebihnya beberapa pejabat fungsional di beberapa OPD lain.

Sebagian besar yang dilantik memang pejabat di lingkup Sekretariat Daerah, hal ini dikarenakan ada perubahan Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru di lingkup Sekretariat Daerah Trenggalek.

Perubahan SOTK ini yang mencolok adalah dileburnya Bagian Keuangan masuk kedalam Sub Bagian Umum. Selain itu ada bagian baru yang muncul Bagian Pengadaan Barang dan Jasa.

Sedangkan untuk Bagian Protokol dan Rumah Tangga Setda berubah nomenklatur menjadi Bagian Protokol dan komunikasi pimpinan. Dengan adanya perubahan SOTK tersebut maka perlu dilakukan pelantikan pejabat dilingkup Sekda Trenggalek sesuai dengan nomenklatur SOTK yang baru.

Drs. Joko Susanto dilantik menjadi Kepala Bagian Pemerintahan, Drs Habirb Solehudin dilantik menjadi Kepala Bagian Kesra, Sti Agustiani, SH dilantik menjadi Kabag Hukum, Dra Sri Muharti, MM dilantik menjadi Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan SDA, Drs Agoes Setiyono Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Ramelan, ATD Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Suprayogi, SE, M.Si, Kepala Bagian Umum, Drs Totok Rudijanto, MM, Kepala Bagian Organisasi dan Drs. ST. Triadi Admono, M.Si. dilantik menjadi Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan.

Melantik 42 pejabat, orang nomor satu di Trenggalek tersebut menghimbau kepada pejabat yang dilantik untuk mau bekerja keras menambah penghasilan seluruh masyarakat Trenggalek melalui Pariwisata dan meminimalisir pembiayaan melalui e-government. “Sudah tidak jamannya kita mempersulit perijinan dan membantu mempercepat pengurusan perijinan dengan mengharap imbalan,” pesan Bupati muda ini kepada jajarannya.

Sudah saatnya kita hentikan praktik percaloan, selain itu perlunya kita mereduksi semua pengeluaran melalui e-government, lanjutnya.

Telah kita launching kalender event tahun 2020 dan kita persiapkan 100 event untuk mendukung sektor pariwisata sekaligus sebagai jaminan terhadap lelang investasi yang sudah dilakukan.

Kita sudah bagi habis kepada OPD, siapa yang menjadi pioner dalam event tersebut dan saya harapkan OPD yang sudah ditunjuk beetanggung jawab penuh terhadap event tersebut, tandasnya.

  • Bagikan