Wagub Jatim Dorong Masyarakat Sukseskan Program Pembangunan

  • Bagikan

Kliksajajatim.co- Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak berharap pemerintah mampu menggali ide kreatif untuk mendorong masyarakat guna menyukseskan program pembangunan.

“Kita bisa mencontoh Barack Obama yang sukses mendorong warga Amerika untuk mendukung program pembangunan,” kata Wagub, saat Talkshow bertema Breakthrough Ideas, Innovation and Action For Better East Java  by Nawa Bhakti Satya di Dyandra Convention Center Surabaya, Kamis (6/5).

Era 4.0 menurut Wagub, akan memacu semua sektor untuk lebih kreatif, efektif, cepat, dan terbuka. Hal ini juga berlaku dipemerintahan. Dimana Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mencapai sasaran pembangunan.

“Anggaran APBD Pemprov Jatim sebagian besar adalah anggaran kabupaten/kota, yang dititipkan oleh pemerintah pusat, serta ada anggaran untuk gaji ASN yang sudah ditetapkan, termasuk di dalamnnya ada dana BOS, jadi jika di total sisanya ya tidak terlalu banyak, beda dengan DKI Jakarta yang bisa mengelola seluruh APBD nya,” katanya.

Dikatakan Wagub, APBD Jatim sebagian besar diperoleh dari pajak kendaraan, dan hotel, hiburan, dengan Surabaya,  Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, dan Pasuruan sebagai daerah yang menjadi barometer perekonomian. “Tugas kami sekarang, bagaimana memajukan sektor ekonomi diseluruh daerah,” ungkapnya.

Cara yang paling tepat di era digital, lanjut Wagub, adalah memotivasi masyarakat khusunya generasi millenial menjadi pengusaha dibanding menjadi pekerja/pegawai.”Saya pernah datang disuatu acara yang dihadiri generasi millenial. Saat saya tanya siapa yang ingin jadi pengusaha, mayoritas semua mengangkat tangan, tapi saat saya tanya, jika nanti ada lowongan CPNS siapa yang mau mendaftar juga angkat tangan semua, “ imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakannya, mental ingin menjadi pengusaha inilah yang harus dibangkitkan, sehingga kedepan akan semakin sedikit generasi muda yang ketika lulus kuliah atau sekolah ingin jadi pegawai. “Kalau kita jadi pegawai kan sudah bisa dipastikan, berapa pendapatan kita setiap bulannya, kalau jadi pengusaha kita kadang harus puasa berbulan-bulan dulu, tetapi akan mendapatkan pemasukan pada tahun berikutnya, ini butuh keberanian,” jelasnya.

Menjadi pengusaha tidak harus punya modal besar dan tempat strategis, karena era digital menawarkan kemudahan pada siapa saja untuk jadi pengusaha, salah satunya dengan memanfaatkan media sosial.

  • Bagikan