Terekam CCTV, Aksi Pencuri di Mojokerto Hanya Memakai Celana Dalam

  • Bagikan

MOJOKERTO, kliksajajatim.co – Aksi pencurian tak biasa terjadi di salah satu rumah milik pejabat panitera Pengadilan Negeri (PN) Jombang di Desa Blimbingsari, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Pelaku pencurian terekam CCTV masuk ke dalam rumah dengan hanya memakai celana dalam.

Meski janggal, namun aksinya tersebut berjalan mulus. Pemilik rumah tak menyadari jika telah menjadi korban pencurian. Dia kehilangan ponsel, laptop dan uang dengan kerugian materiel sekitar Rp. 25 juta.

Setelah memeriksa CCTV dan tertangkap kamera adanya aksi pencurian tersebut, kasus ini pun dilaporkan ke Polres Mojokerto. Polisi yang menerima laporan menyelidiki kasusnya dan menangkap pelaku yakni Abdul Rohman, warga Kelurahan Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantikan, Kota Surabaya.

Pelaku ditangkap polisi saat berada dalam kediamannya. Namun saat penangkapan, pelaku berupaya melawan petugas hingga terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas pada kaki kiri.

Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koesheriyatno mengatakan, kasus ini terungkap setelah polisi memeriksa CCTV dan saksi mata. Aksi pelaku ini terbilang fenomenal dan unik karena menjalankan aksinya tanpa pakaian dan hanya memakai celana dalam.

“Pelaku mengaku tidak tahu itu ritual atau bukan, jadi saat melakukan kejahatan pencurian dan pemberatan hanya memakai celana dalam. Dia memasuki rumah dan penghuninya tidak sadar, lalu mencuri barang milik korban,” ujar Kapolres, Kamis (2/1/2020).

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pidana pencurian dengan pemberatan (curat) Pasal 363 ayat 1 huruf ke-5. Dia diancam dengan hukuman penjara di atas lima tahun.

Sementara pengakuan Rohman, aksi pencurian dengan cara tersebut sudah dia lakukan sebanyak dua kali dan berhasil. Namun dia membantah jika dihubungkan dengan ritual.

“Bukan ritual, saya hanya pakai celana dalam karena takut baju kotor saat melakukan pencurian,” katanya berkilah.

Dia mengaku nekat mencuri untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Karena pendapatannya yang bekerja sebagai tukang pijat terasa kurang, “Bukan kebutuhan hidup. Saya ini seorang tukang pijat,” ujarnya.

  • Bagikan