Siapkan Dana Rp37 Miliar, Khofifah Serius Bangun Asrama Mahasiswa Nusantara

  • Bagikan
Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan keseriusannya untuk membangun asrama mahasiswa nusantara di Surabaya. Biaya yang disiapkan mencapai Rp37 miliar.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan anggaran Rp37 miliar itu sudah termaktub dalam Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

Rencana itu sendiri muncul usai terjadi pengepungan di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya pada pertengahan Agustus lalu.

“Di KUAPPAS sudah ada anggarannya, sekitar Rp37 sekian miliar,” kata Khofifah, di Surabaya, Kamis (12/9/19).

Khofifah mengatakan pihaknya juga telah menyiapkan lahan seluas 1,5 hektar di kawasan Siwalankerto, Surabaya. Tepatnya terletak di belakang Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

“Lahannya sudah existing,” kata Khofifah.

Khofifah juga menyatakan rencana pembangunan asrama mahasiswa Nusantara ini bertujuan untuk menguatkan kebhinekaan. Penghuni asrama ini nantinya adalah para mahasiswa dari berbagai daerah yang berbaur dan tinggal bersama.

“Sebetulnya kebhinnekaan kita ini masih lapis luar, belum subtantif. Oleh sebab itu, saya berpikir bagaimana kalau mahasiswa disiapkan asrama mahasiswa nusantara,” ujarnya.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah mematangkan berapa plot atau kuota masing-masing mahasiswa dari berbagai daerah yang bisa tinggal di asrama.

“Ini akan memanggil memori kita semua bagaimana sebenarnya Jong Java, Jong Celebes, Jong Borneo, itu semua kemudian mengikrarkan dirinya, mengikatkan dirinya dengan komitmen bahwa Indonesia tumpah darah kita,” ungkapnya.

Sebelumnya, rencana pembangunan asrama mahasiswa nusantara ini tercetus usai terjadinya insiden pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya, oleh oknum aparat dan ormas, Agustus lalu. Peristiwa tersebut memantik unjuk rasa dan kerusuhan di sejumlah daerah, terutama di Papua dan Papua Barat. (*)

  • Bagikan