Pemprov DIY Gencarkan Donor Darah Konvalesan Guna Tanggulangi Covid-19

  • Bagikan

Yogyakarta – Seiring dengan meningkatnya jumlah pasien Covid-19 di Indonesia, Pemerintah mulai menggencarkan donor plasma konvalesen sebagai salah satu metode penyembuhan bagi mereka yang masih berjuang melawan CoViD-19.

Pencanangan Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen tersebut disambut baik oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, drg. Pembayun Setyaningastutie mengatakan, saat ini DIY, tepatnya di RSUP dr. Sardjito telah melakukan proses donor plasma konvalesen dari para penyintas CoViD-19 atau pasien CoViD-19 yang telah dinyatakan sembuh.

“Kami tentu mendukung gerakan nasional ini untuk terus dilakukan di DIY. Bentuk dukungan Pemda DIY ialah bagaimana agar lebih banyak lagi penyintas yang mau menjadi pendonor. Tentu saja kami juga turut memberikan sosialisasi dan edukasi yang benar kepada masyarakat terkait donor plasma konvalesen,” paparnya.

Pembayun menambahkan, semakin banyak masyarakat yang memberi perhatian dan tahu tentang donor plasma konvalesen, diharapkan semakin banyak penyintas yang bersedia menjadi pendonor. Metode penyembuhan ini pun diharapkan bisa menumbuhkan semangat bagi para penyintas.

“Bisa menjadi pendonor tentu juga bisa memberikan arti lebih bagi para penyintas, karena meskipun pernah terkena CoViD-19, mereka masih bisa berkontribusi atau berbuat baik untuk orang lain,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP dr. Sardjito, dr. Rukmono Siswishanto,M. Kes.,Sp.OG(K) menjelaskan, donor plasma konvalesen adalah pengambilan plasma darah yang berasal dari penyintas CoViD-19 yang sudah kembali sehat. Plasma darah yang diambil itu mengandung antibodi yang dapat membantu penyembuhan pasien CoViD-19.

“Kami sendiri sudah melakukan donor plasma ini sejak sekitar Oktober-November 2020 lalu. Di RSUP dr. Sardjito ada delapan alat yang bisa dilakukan untuk donor plasma konvalesen. Pelayanan ini pun sudah banyak kami lakukan, bahkan tidak hanya untuk memasok kebutuhan di Sardjito saja, tapi juga dari rumah sakit lain,” ujarnya.

Menurut Rukmono, jumlah penyintas yang bersedia mendonorkan plasma cukup banyak. Pihaknya biasanya telah melakukan pendekatan sejak pasien CoViD-19 di rawat. “Alhamdulillah banyak yang bersedia menjadi pendonor. Kalaupun tidak jadi, biasanya karena jumlah antibodi yang terkandung kurang tinggi dari yang seharusnya,” imbuhnya.

Diakui Rukmono, dalam dua minggu terakhir, RSUP dr. Sardjito sudah menyalurkan 50 kantong plasma konvalesen, salah satu tujuan penyaluran ialah rumah sakit di Ambon. Menurutnya, metode penyembuhan CoViD-19 dengan donor plasma konvalesen biasanya terjadi atas permintaan dokter yang menangani. Dan layaknya pendonor darah, pendonor plasma konvalesen bisa melakukan donor secara berulang.

“Bedanya, jika donor darah rentang waktunya sampai tiga bulan, kalau donor plasma konvalesen cukup dua minggu, sudah bisa kembali mendonorkan. Dan yang diambil benar-benar hanya bagian plasmanya saja, darah merahnya akan langsung dikembalikan ke tubuh, sehingga tidak akan mempengaruhi Hb (hemoglobin) pendonor,” paparnya.

  • Bagikan