Pemkot Anggarkan Rp 197 M, Perluas Gedung RS Soewandhie

  • Bagikan

Pemkot Surabaya segera memulai pembangunan tambahan gedung baru di Rumah Sakit (RS) dr M Soewandhie setelah PT Pembangunan Perumahan memenangkan lelang proyek sebesar Rp 197 miliar.

Dijelaskan Kabid Bangunan Gedung, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya, Iman Krestian Maharhandono mengatakan anggaran pembangunan awal sebesar Rp 198 miliar.

“Dalam proses lelang, PT PP menawarkan anggaran sebesar Rp 197 miliar atau turun lima persen,” kata Iman saat diwawancarai Jatimnet.com, Selasa 3 Desember 2019.

Iman menjelaskan pemkot akan membangun gedung baru untuk radio terapi, rawat inap dan instalasi lainnya. Pihaknya sudah memulai kontrak sejak kemarin atau Senin 2 Desember 2019.

“Untuk kontrak pengerjaan tersebut berlangsung selama satu tahun atau selama 390 hari. Jadi ini proyek multiyears,” kata Iman.

Iman juga menjelaskan saat ini pemkot tengah melakukan pembersihan lokasi. Sebab di sekitar kawasan masih dijumpai sisa pembongkaran bangunan lama.

Iman menyampaikan parkir yang terdapat di sekitar area yang akan dibangun bakal ditertibkan dan dipindahkan ke Pasar Kapas Krampung. Selanjutnya Dinas Perhubungan dan Satpol PP yang akan melakukan sosialisasi sekaligus penertiban.

Kedua instansi tersebut akan menjelaskan bahwa kawasan yang selama ini digunakan harus steril, agar tak mengganggu proses pembangunan.

“Kemudian, aktivitas parkir dan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang akan kami tertibkan, sebagai persiapan sebelum pelaksanaan pembangunan,” kata Iman.

PT PP, lanjut Iman, dalam beauty contest menyisihkan tiga kontraktor besar milik negara seperti Adikarya, Nindia Karya dan Brantas Abipraya. Pada tahap awal, dua perusahaan pelat merah, PT PP dan Adikarya lolos hingga tahap terakhir.

Namun dalam perjalanannya, PT PP memiliki perpaduan dan teknik pembangunan yang lebih memadai dan paling bagus. “Bahkan untuk harga ada yang menawarkan lebih murah, yakni Adikarya yang mencapai, Rp 185 miliar atau turun 15 persen,” katanya.

Tetapi pada saat beauty contest itulah, ada skor kosong pada Adikarya, sehingga pemkot menjatuhkan pilihan pada emiten berkode PTPP itu

  • Bagikan