Pemkab Kulon Progo Keluarkan Status Darurat Kekeringan

  • Bagikan

Status tanggap darurat kekeringan dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyusul habisnya kuota air bersih yang ada di Dinas Sosial untuk disalurkan kepada warga terdampak kekeringan.

Menurut Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Suhardiyana, yang dikutip dari Antara, kuota distribusi air bersih sebanyak 175 tangki telah habis sejak akhir Agustus 2019.

Oleh karena itu BPBD perlu mengeluarkan status tanggap darurat bencana kekeringan supaya dapat menggunakan pos biaya tak terduga.

“Status tanggap darurat bencana kekeringan sudah ditandatangani Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo. Saat ini, BPBD yang akan menyalurkan air bersih kepada warga yang membutuhkan air bersih,” kata Suhardiyana.

Penetapan status tanggap darurat diperlukan agar BPBD bisa mendapatkan gelontoran dana APBD Kabupaten dari pos biaya tak terduga (BTT).

Dana ini digunakan untuk membiayai operasional dan segala hal terkait dristibusi air bersih.

Menurut catatan BPBD pada akhir juli 2019, sebanyak 7.771 jiwa dari 97 dusun yang berada di 24 desa, enam kecamatan, yaitu Kecamatan Panjatan, Girimulyo, Kokap, Pengasih, Kalibawang dan Samigaluh sudah mengajukan permintaan bantuan distribusi air bersih.

Sementara pada awal bulan ini jumlahnya naik jadi 7.846 warga di 101 dusun, 26 desa, enam kecamatan.

“Kondisi di lapangan kami memperkirakan jauh lebih banyak karena tidak semua dusun menyertakan jumlah warganya dalam laporan proposal bantuan. Terlebih permintaan ini juga datang dari sejumlah rumah ibadah dan sekolah,” katanya.

Suhardiyana mengatakan berdasarkan perkiraan BMKG, kemarau berakhir pada November. Artinya, musim kemarau masih lama, dan banyak sumber air yang akan mengering.

Akibatnya warga yang belum terjangkau saluran PDAM atau Pamsimas sehingga hanya mengandalkan sumber air itu sekarang mengalami krisis air bersih.

“Sumber air makin berkurang debitnya, sementara permintaan terus bertambah,” kata dia. (*)

  • Bagikan