Maraknya daging Kerbau import dipasaran, Komisi B DPRD Jatim minta dinas terkait segera lakukan evaluasi

  • Bagikan

kliksajajatim.co- Lemahnya pengawasan disinyalir menjadi penyebab bocornya daging Kerbau eks impor dari India. Sehingga saat ini keberadaannya membajiri pasar di Jatim.

Menurut anggota Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Eko Prasetyo Wahyudiarto, daging eks impor ini melalui jalur jalan tol yang saat ini belum ada pengawasan terkait keluar masuknya daging di Jatim.

“Sebenarnya daging itu kan khusus untuk Jabodetabek, cuman kalau di daerah lain mau masuk selama dinasnya memperbolehkan itu tidak apa-apa. Tapi mereka masuknya tidak lewat (rekomendasi) dinas (perternakan),” ujar Eko usai menerima keluhan dari Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jawa Timur di Gedung DPRD Jatim, Kamis 16 Januari 2020.

Dalam waktu dekat, lanjut politisi Partai Demokrat ini, Komisi B DPRD Jatim akan mengundang dinas terkait, seperti dinas perternakan, dinas perdagangan, dinas perhubungan, serta kepolisian untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan ini. Sebab jelas keberadaan daging tersebut ilegal masuk di Jatim.

“Kepolisian juga untuk menindak peternak dan jagal yang pakai Sapi dilarang oleh pemerintah,” tegasnya.

Sementara itu Anggota Komisi B DPRD lainnya Erma Susanti mengaku pihaknya akan serius menanggapi masalah ini. Mengingat keberadaan daging Kerbau eks Impor India tersebut ilegal.

Menurut politisi perempuam PDI Perjuangan ini, Dinas Peternakan Jatim harus melaporkan progress apa yang dilakukan terkait adanya informasi ini.

“Harus melibatkan Disperindag dan Kepolisian karena terkait ekspor impor,” tuturnya.

Mantan aktifis mahasiswa ini mengatakan kalau terkait adanya Sapi yang dijual keluar Jatim harus dikaji secara mendalam. Dan Dinas Peternakan Jatim tidak harus membantah terkait laporan PPSDS.

“Karena memang datanya di lapangan ditemukan seperti itu. Harus menjadi evaluasi bersama dan mencari cara untuk segera membatasi keberadaan daging tersebut dan memperkuat stok Sapi yang ada di Jatim untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

  • Bagikan