Khofifah Sebut Stadion GBT Bau Sampah, Pejabat Pemkot Surabaya Tak Terima

  • Bagikan

Salah seorang pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya merasa tak terima atas ucapan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang mengatakan jika Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) beraroma sampah. Menurutnya, ada teknik khusus untuk mencegah aroma sampah tercium ketika pertandingan berlangsung di GBT.

Pejabat Pemkot Surabaya tersebut adalah Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Surabaya Edi Santoso. Melalui sebuah video yang diterima IDN Times, Edi mengatakan bahwa Stadion GBT telah lama dipakai untuk pertandingan dan tak pernah tercium bau sampah.

“Saya menangani Gelora Bung Tomo 9 tahun. Persebaya bertanding di Gelora Bung Tomo sudah ratusan kali. Dia (GBT) tidak pernah bau sampah. Tidak pernah bau busuk,” ujar Edi di video tersebut yang juga telah dikonfirmasi ulang oleh IDN Times, Jumat (1/11).

Edi mengatakan bahwa pihaknya telah memiliki metode khusus untuk menangkal bau sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo agar tidak sampai meluas ke GBT. Oleh karena itu, menurut Edi, belum ada laporan pertandingan terganggu akibat bau sampah.

“Itu ada metodenya. Coba Bu Khofifah lihat sepak bola (di GBT). Tidak ada persoalan,” tuturnya.

Dalam video berdurasi 40 detik tersebut, Edi meminta agar Khofifah tidak mengomentari atau mengkritik Stadion GBT lagi. Ia optimistis Surabaya akan jadi salah satu tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.

“Jadi jangan mengganggu kaitannya dengan Kota Surabaya menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 tahun 2021. Kita optimis. Tempat latihan kita buatkan. Semuanya kita optimis,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Bappeko Surabaya sekaligus Plt Kepala DKRTH Surabaya Eri Cahyadi juga sempat memaparkan metode tambahan untuk menangkal bau di Stadion GBT. Selain penjadwalan pemrosesan sampah, pihaknya juga akan menanam tanaman khusus hingga menjadi benteng perlindungan dari bau sampah. Benteng tanaman ini dinamakan sebagai buffer zone.

  • Bagikan