Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kinerja BPD Jawa Timur

  • Bagikan

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa sambutannya mengapresiasi kinerja BPD Jawa Timur yang cukup baik. “Selain aset meningkat, laba sampai dengan September 2019 mencapai Rp 1,14 triliun atau lebih besar 7,6 persen dibandingkan dengan laba September 2018,” ujar Gubernur Khofifah pada arahannya saat melantik dan mengabil sumpah Dewan Komisaris dan direksi PT Bank BPD Jatim/Bank Jatim TBK di Gedung Negara Grahadi Jl Gubernur Suryo Surabaya, Senin (28/10/2019).

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (PT Bank BPD Jatim) TBK menunjukqan kinerja yang fosutif total aset sampat dengan September 2019 sebesar Rp 72,128 triliun atau meningkat 15,06 persen dibandingkan dengan Desember 2018.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa sambutannya mengapresiasi kinerja BPD Jawa Timur yang cukup baik. “Selain aset meningkat, laba sampai dengan September 2019 mencapai Rp 1,14 triliun atau lebih besar 7,6 persen dibandingkan dengan laba September 2018,” ujar Gubernur Khofifah pada arahannya saat melantik dan mengabil sumpah Dewan Komisaris dan direksi PT Bank BPD Jatim/Bank Jatim TBK di Gedung Negara Grahadi Jl Gubernur Suryo Surabaya, Senin (28/10/2019).

Terkait dengan indikator kesehatan perbankan beberapa indikator menunjukan bahwa kinerja Bank Jatim pada September 2019 memperoleh predikat sehat dengan ditunjukan Ratio non performing loan (NPL) sebesar 2,89 persen. Diharapkan dengan ratio NPL yang baik Bank Jatim tidak lama lagi bisa menjadi inplementor KUR. “Kalau Bank Jatim bisa menjadi inplementor KUR maka penguatan UMKM/UKM di Jawa Timur disa didorong lebih signifikan lagi,” harapnya.

Ratio cukup bagus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sementara Long Distance Relationship (LDR) 61,64 persen masih dibawah SE BI No 13/30/DPNB. Pencapaian kinerja Bank Jatim ini merupakan kerja keras seluruh direksi dan komisaris dengan dukungan staf yang berkualitas berdedikasi dan jujur dalam bertindak. “Prestasi yang luar biasa tapi harus tetap berlatih, karena tetangga kita larinya kencang sekali,” ungkapnya.

Hari ini kerja keras dan profesional serta kerja berintegritas. Digitel TI menjadi sangat dibutuhkan saat ini, karena Jawa Timur 2019 sudah masuk bunus demografi. Pasar Bank Jatim adalah generasi melenial dan generasi Zen, sehingga apa yang menjadi tren pada generasi melenial dan Zen dirasa direksi yang menangani TI bisa beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang memang hari ini memanjakan pasar itu dilakukan oleh seluruh lembaga perbankan. “Maka prestasi yang sangat baik ini dengan kerja keras yang luar biasa, indentitas yang terus ditingkatkan standar kita larinya lebih kencang lagi,” pungkas Gubernur.

  • Bagikan