Khofifah Indar Parawansa : Latsar Mampu Membentuk PNS Profesional

  • Bagikan

Pelatihan dasar (latsar) CPNS itu wajib diikuti, dikarenakan untuk membentuk PNS sebagai pelayan masyarakat yang profesional, yaitu PNS yang karakternya dibentuk oleh nilai-nilai dasar profesi PNS, sehingga mampu melaksanakan tugas dan perannya secara profesional sebagai pelayan masyarakat.

Demikian dikatakan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat membuka Pelatihan Dasar CPNS golongan II dan III di lingkungan Pemerintah Prov Jatim Tahun 2019, Kamis (17/10/2019) di Gedung Islamic Center Surabaya.

Lebih lanjut dikatakannya, arus globalisasi sudah tidak terbendung masuk ke Indonesia. Disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0, yakni menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, dan lain sebagainya atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation.

Menurutnya, menghadapi tantangan tersebut, perlu meningkatkan daya saing baik nasional maupun regional. PNS sebagai pelayan masyarakat yang mempunyai peranan penting dalam proses pelayanan publik dalam masyarakat, PNS merupakan aset negara yang perlu dikembang potensi dan kemampuannya.

Menurutnya, CPNS wajib menjalani masa percobaan yang dilaksanakan melalui proses pelatihan terintegrasi, untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggungjawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang.

Untuk itu, diperlukan sebuah penyelenggaraan pelatihan yang inovatif dan terintegrasi, yaitu penyelenggaraan pelatihan yang memadukan pembelajaran klasikal dan nonklasikal di tempat pelatihan dan di tempat kerja, sehingga memungkinkan peserta mampu menginternalisasi, menerapkan, dan mengaktulisasikan, serta membuatnya menjadi kebiasaan (habituasi), dan merasakan manfaatnya, sehingga terpatri dalam dirinya sebagai karakter PNS yang profesional sesuai bidang tugas.

Melalui pembaharuan pelatihan tersebut, diharapkan dapat menghasilkan PNS profesional yang berkarakter dalam melaksanakan tugas dan jabatannya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa.

“Tentu semua peserta berharap dapat mengikuti diklat dengan baik serta lulus dengan gemilang. Untuk itu saudara-saudara harus segera menyesuaikan diri dengan sistem dan komunitas belajar di tempat ini, mentaati setiap peraturan, serius dan semangat belajar, dan jaga kebersamaan dan kekompakan antar peserta. Jalin komunikasi yang baik pula dengan panitia dan widyaiswara. Insya Allah semuanya dapat dilalui dengan baik dan berhasil,” katanya.

Kepala BPSDM Prov Jatim, IG.NG.Indra S. Ranuh mengatakan, latsar dilaksanakan selama 51 hari kerja, yaitu 21 hari untuk pembelajaran klasikal dan 30 hari kerja pembelajaran non klasikal atau aktualisasi di tempat kerja. Peserta diikuti sebanyak 1.962 orang yang berasal dari lingkungan Pemprov Jatim

Dikatakannya, terdapat lima nilai dasar yang ingin dicapai melalui diklat ini, yakni, pertama, akuntabilitas dalam melaksanakan tugas, kedua, mengedepankan kepentingan nasioal, ketiga, menjunjung etika publik, keempat, berinovasi dalam meningkatkan mutu pelaksanaan tugas, dan kelima, menjauhi korupsi dan bahkan mendorong percepatan pemberantasan korupsi di instansinya.(ern/p)

  • Bagikan