Kemenperin Segera Luncurkan Clothing Line Tahun 2020, Platform Digital Penjahit

  • Bagikan

Keberadaan Platform digital semakin dimanfaatkan pemerintah untuk mensejahterakan penjahit di Indonesia. Rencananya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meluncurkan sebuah platform digital “Clothing Line” pada awal 2020 mendatang.

“Jadi ini ada satu platform digital yang menghubungkan antara penjahit dengan desainer atau brand fashion,” ujar Kepala Seksi Pemberdayaan Industri Subdirektorat IKM Sandang dan kulit, Direktorat IKM Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka, Siti Nurkomariyah di Surabaya, Senin (4/11/2019).

Maka dari itu, Kemenperin menggelar ‘Bimbingan dan Sertifikasi SKKNI IKM Pakaian Jadi’ di beberapa daerah. Nantinya, para penjahit itu menjadi member dari Clothing Line ini.

“Target kita ada 500 penjahit (yang diberikan pelatihan) dari provinsi dan kabupaten atau kota,” kata Siti.

Pelatihan penjahit bersertifikat ini sudah dilakukan Kemenperin di Jawa Barat, SKI Jakarta, Yogyakarta dan Jawa Timur. Sejauh ini, serapan peserta terbanyak ialah di Jawa Barat.

“Kalau yang kita lakukan dari Jawa Barat, itu sudah 165 orang. Kemudian, DKI Jakarta dan Jabodetabek ada 100, Ada Jogja 60 dan di Surabaya ada 50 orang,” jelas Siti.

Rencananya, lanjut Siti, tahun depan aplikasi tersebut diluncurkan. Saat ini, platform masih dikompetisikan dan memasuki tahap penjurian hingga Desember.

“Kita mencari anak muda, start up di bidang digital. Ayo kita berlomba-lomba membuat aplikasi yang paling bagus untuk Clothing Line,” ucapnya.

“Nanti tahun depan kita gunakan sembari nanti ada hal-hal yang perlu disempurnakan dan launchingnya,” tambah Siti.

Sementara itu, peserta asal Porong, Sidoarjo, Isliawati (38) mengaku, pelatihan ini sangat membantu para penjahit. Menurutnya, pelatihan dari Kemenperin bisa menambah wawasan. Terlebih ada penerbitan sertifikat dan rencana platform digital.

“Saya berharap platform itu bisa mewadahi pesanan untuk para penjahit. Karena menemukan penjahit dan desainer. Belum lagi ada pemesannya dari industri” pungkasnya.

  • Bagikan