Iuran BPJS Kesehatan Naik, Warga Malang Ramai-Ramai Ajukan Turun Kelas

  • Bagikan

Kliksajajatim.co- Dampak dari kebijakan iuran naik bagi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Malang, membuat ribuan peserta ramai-ramai mengajukan penurunan kelas. Sejak diberlakukan Perpres nomor 75 terkait penyesuaian iuran pada 1 Januari 2020 tentang kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

“Sejak Desember sudah banyak masyarakat yang mengajukan turun kelas. Tercatat sudah ada 2.422 warga Malang yang turun kelas. Warga ini yang datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang, Chandra Jaya, Senin (6/1/2020).

Chandra menjelaskan, selain datang langsung, warga juga bisa menurunkan kelas lewat aplikasi Mobile JKN. Jumlah peserta yang melalui aplikasi belum bisa diperbarui karena langsung masuk ke pusat. Dikatakan Chandra sebaiknya warga memanfaatkan aplikasi ini sebab untuk menghindari antrian panjang di kantor.

“Selain itu, kami juga menyediakan costumer service mobile untuk memudahkan masyarakat yang ingin turun kelas. CS mobile ini ditempakan di lokasi strategis untuk memudahkan masyarakat. Selain turun kelas, ada juga yang naik kelas, tergantung kemampuan masing-masing peserta,” tutur Chandra.

Lebih lanjut, Chandra menjelaskan secara teknis penurunan kelas hanya bisa dilakukan selama satu tahun sekali. Peserta baru bisa mengajukan pada setahun kemudian. Peserta juga bisa melakukan penurunan kelas walaupun masih punya tunggakan iuran, tetapi belum bisa mengakses pemanfaatan layanan kesehatan.

“Tidak ada perbedaan layanan kesehatan bagi peserta yang terdaftar di kelas I, II, maupun III. Perbedaannya hanyalah terkait layanannya kamar ketika peserta menjalani rawat inap. Informasinya, warga yang turun kelas ini karena tidak mampu membayar iuran,” tambah Chandra.

  • Bagikan