Hujan Disertai Angin Kencang di Ponorogo Menyababkan 1 Orang Meninggal

  • Bagikan

Hujan lebat disertai angin kencang yakni puting beliung menerjang wilayah Kabupaten Ponorogo. Kejadian tersebut menyebabkan banyak pohon tumbang dan menimpa jaringan kabel listrik PLN yang putus.

Bahkan pohon tumbang ini mengakibatkan terjadi kemacetan sepanjang 4 kilometer di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan, Desa Singkil, Kecamatan Balong.
 
Tidak hanya itu, angin puting beliung disertai hujan deras terjadi sekitar pukul 15.30-16.00 WIB memporak porandakan tenda dari acara pasar malam di Lapangan Desa Singkil.

Akibatnya, satu orang meninggal, diduga saat itu korban diketahui bernama Chandra Dwita (28) asal padang, sedang bekerja ingin berteduh di dalam tendanya ketika ada angin kencang disrtai hujan deras.

“Korban yang berteduh didalam tenda kemungkinan tersetrum listrik. Karena ada kabel listrik PLN yang putus terkena pohon tumbang, terlebih tenda korban juga roboh terkena angin dan tertimpa tiang listrik,” kata Kapolsek Balong AKP Hariyanto, Sabtu 7 Desember 2019.

Menurutnya, dari data didapat, korban yang meninggal bernama Chandra Dwita adalah kru dari pasar malam keliling, yang kebetulan saat itu sedang di lapangan Desa Singkil.

Korban, lanjut Hariyanto, dibawa ke Rumah Sakit Umum Dr Harjono untuk dilakukan visum luar, tanpa dilakukan otopsi karena atas permintaan keluarga.

“Rencananya, korban malam ini akan diambil keluarganya yang berada di Solo untuk dimakamkan,” katanya.

Sementara, sekitar lokasi pohon tumbang yang menimpa tenda dan menyebabkan satu orang meningga, sejumlah petugas gabungan dari BPBD, kepolisian, TNI dan warga melakukan evakuasi, membersihkan sisa ranting dan pohon tumbang.

Terutama pohon yang tumbang menutup akses jalur Ponorogo-Pacitan, di Kecamatan balong dan Slahung.


“Beberapa pohon yang terlihat miring langsung ditebang agar tidak membahayakan para pengguna jalan, sehingga sampai malam hari jalur masih buka tutup,” ujar Hariyanto.

Ia menyampaikan, pembersihan pohon tumbang sempat terjadi kemacetan, arus lalu lintas pun dialihkan. Karena, terjadi penumpukan kendaraan sejauh 4 kilometer. 

“Karena merupakan jalur provinsi jadi sempat terjadi kemacetan, akibat dari buka tutup jalur,” katanya.

  • Bagikan