Gubernur Lakukan Efisiensi di RAPBD 2020

  • Bagikan

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa akan melakukan efisiensi anggaran pada Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020. Adapun yang dilakukan efisiensi pada perjalanan dinas bagi Organisasi Perangkat Dinas (OPD).

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa usai rapat paripurna di DPRD Jatim terkait pendapat Banggar DPRD Jatim soal APBD 2020, Kamis (31/10/2019). “Sedang kami hitung, sedang kami sisir, kami akan melakukan efisiensi untuk perjalanan rutin dan rapat-rapat,” ujarnya.

Khofifah menargetkan, efisiensi itu bisa menekan pengeluaran anggaran OPD mencapai 25 persen. Upaya terdekat mengurangi kegiatan rapat itu dengan menyinergikan agenda milik kementerian.

Khofifah menilai, agenda kementerian terlalu banyak. Kementerian Perhubungan misalnya, punya Hari Perhubungan. Lalu Kementerian Lingkungan Hidup, punya Hari Air, Hari Bumi, dan Hari Sampah. “Itu yang sedang kami sisir kembali, di titik mana kami bisa sinergikan,” ujarnya.

Pemprov Jatim, kata Khofifah, sedang melakukan presisi atas berbagai penganggaran di APBD. Maka itu ia berharap, belanja daerah lebih tepat sasaran pada kinerja produktif. Meski demikian. Khofifah mengakui, efisiensi itu akan meningkatkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenan (SiLPA) pada APBD 2020.

“Dua silpa (SiLPA/Sisa Lebih Perhitungan Anggaran dan SILPA/Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan) itu biasanya karena ada kelebihan penerapan kontrak, kedua karena gagal lelang dan efisiensi,” paparnya.

Berdasarkan laporan Badan Anggaran DPRD Provinsi Jawa Timur, SILPA dalam APBD Pemprov Jatim 2019 diprediksi mencapai Rp 1 trilliun.

  • Bagikan