Gubernur Jatim Khofifah Serahkan Penghargaan Kepada 419 Pendonor Darah Sukarela 75 Kali

  • Bagikan

Sebanyak 419 orang Pendonor Darah Sukarela yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 75 kali, mendapatkan penghargaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur.

Penganugerahan Piagam Penghargaan dan Lancana secara khusus diserahkan dan disematkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Islamic Center Surabaya, Kamis (19/12/2019).

Di Jatim tercatat saat ini ada 1.267 pendonor darah yang sudah berdonor darah mencapai 50 kali dan 320 orang pendonor darah sukarela yang sudah mendonorkan darahnya sebanyak 100 kali dari Provinsi Jawa Timur ini akan mendapatkan penghargaan dari Presiden di Istana Negara Jakarta pada bulan Januari 2020.

Gubernur dalam sambutannya setelah memberikan penghargaan kepada para pendonor, memberikan apresiasi yang tinggi kepada para pendonor darah di Jatim., menurut Khofifah para pendonor darah ini memiliki sikat kerelawanan dan keikhlasan yang tinggi karena para pendonor darah tidak pernah mempersyaratkan penerimaan donor darahnya kepada orang tertentu tetapi kepada siapa saja yang membutuhkan bantuan donor darah.

“Kalau ada orang yang mempunyai sikap kerelawan dan keikhlasan yang luar biasa itu adalah para pendonor darah, karena mereka para pendonor tidak pernah mempersyaratkan penerima donor darah harus si A si B, suku A suku B, agama A agama B, karena ini sesuatu yang borderles” terang Gubernur.

Ditambahkan, jika ada persaudaraan dan persatuan tanpa batas maka referensi yang dicarinya adalah para pendonor darah ini. Atas sikap kerelawanan ini Pemerintah memberikan penghargaan bagi para pendonor darah sukarela dari ke 50 kali, 75 kali sampai 100 kali.

“Kita harus memberikan dorongan untuk berdonor darah, oleh karena itu, pergerakan dari PMI menjadi bagian yang sangat penting untuk bisa membangun tidak hanya sekedar donor darah tetapi ini juga merupakan relawan kemanusiaan yang bisa mendesiminasikan nilai-nilai kesetaraan, nilai-nilai keharmonisan dan nilai-nilai persaudaraan” pungkasnya. (rst-uinsa,pno)

  • Bagikan