Gubernur Harap OJK Dukung Gerakan Jatim Menabung One Student One Account

  • Bagikan

Kliksajajatim.co- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur berharap, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung gerakan menabung One Student One Account (satu siswa satu akun) yang akan dijalankan tahun ini.

“Kita nanti akan melibatkan duta wisata Raka Raki Jatim untuk keliling ke SMA, SMK, dan Aliyah guna mensosialisasikan dan mengenalkan tentang literasi keuangan, termasuk keuangan Syari’ah kepada pelajar,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa usai menghadiri pelantikan Kepala Kantor OJK Regional IV Jawa Timur, di Surabaya, Selasa (28/1).

Gubernur berharap, para pelajar bisa mengikuti format-format literasi finansial yang benar dan legal. Terlebih, Pemprov Jatim, telah memiliki program sekolah gratis berkulitas (tis-tas) yang bisa memberikan ruang lebih bagi para pelajar untuk lebih dekat dengan dunia perbankan.

“Kami memiliki program Tis-Tas yang bisa memberikan ruang, sehingga anak-anak bisa lebih dekat dengan perbankan. Yang didukung dengan pemberian literasi finansial oleh OJK, ini penting dilakukan, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya para pelajar, terhadap inklusi keuangan dan budaya menabung,” ungkap Gubernur Khofifah.

Inklusi adalah pendekatan untuk membangun dan mengembangkan sebuah lingkungan yang semakin terbuka; mengajak masuk, dan mengikutsertakan semua orang dengan berbagai latar belakang berbeda, karakteristik, kemampuan, status, kondisi, etnik, budaya dan lainnya.

“Banyak yang cerita tentang teknologi finansial, tapi untuk mengenalkan lebih dekat pada pelajar tentang dunia perbankan, maka perlu sosialisasi, dan OJK bisa menyampaikan terkait bagaimana keamanannya,” terang Khofifah.

Dengan dukungan dari OJK, Gubernur juga berharap, kasus investasi bodong yang diungkap Polda Jatim belum lama ini, tidak terjadi lagi, sehingga tidak ada masyarakat yang tertipu iming-iming keuntungan besar dengan modal kecil.

Lebih lanjut dikatakan Gubernur, investasi bodong sekilas memang menggiurkan, bagaimana tidak, dengan modal hanya Rp20 juta, investor bisa mendapatkan mobil alphard yang harganya mencapai lebih dari Rp1 miliar. Ada juga yang menyetorkan Rp 2 juta bisa ibadah umroh.

“Dengan modal Rp 2 juta bisa umroh, itu kan tidak masuk akal, tapi memang benar terjadi. Data Polda Jatim menyebutkan, jumlah yang ikut sudah 800 orang. Ini hanya pancingan untuk menarik masyarakat supaya mau berinvestasi. Setelah jumlahnya banyak, maka keuntungan tidak akan terealisasi,” imbuhnya.

  • Bagikan