Gubernur Ajak Masyarakat di Jatim Tetap Jaga Kerukunan Antar Umat Beragama

  • Bagikan

Gubernur Jawa Timur,Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat Jatim untuk terus tetap menjaga kerukunan antar umat di Jatim.

Hal ini diungkapkan Gubernur Khofifah menanggapi data survei Indek Kerukunan Umat Beragama (KUB) yang menyebutkan Jatim diposisi ke-17, lebih rendah dari rata-rata nasional.

“Kami akan terus lakukan komunikasi kembali, ayo Jatim di jaga tetap di jaga guyup rukun. Jaga Jatim supaya Jatim tetap guyup rukun,”pinta Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa ditemui usai bertemu dengan Arsada Jatim di Grahadi, Jumat (13/12/2019).

Dikatakannya, sebagai kepala pemerintahan, dirinya selalu melakukan komunikasi dengan semua elemen masyarakat, agar kerukunan tetap terjaga.

Menurut dia, setiap saat, dirinya selalu terjun ke masyarakat untuk mengingatkan akan pentingnya nilai kerukunan umat beragama. “Aku gak berhenti kalau komunikasi tidak ini. Klo komunikasi bukan ini. Ini kan ceremoninya.

Tapi kelilingnya kita ini kan unlimited dimana saja nilai keguyuban kerukunan,” tambahnya.

Seperti diketahui, jika mengacu pada survei indeks KUB dari Kementerian Agama (Kemenag) pada Kamis (12/12). Skor indeks KUB Jatim sebesar 73,7 dan berada diurutan ke-17. Skor tersebut berada dibawah skor KUB nasional yang sebesar 73,83.

Bahkan, KUB Jatim tersebut jauh dibawah skor KUB Papua Barat yang mencapai 82,1, Nusa Tenggara Timur (81,1), Bali (80,1), Sulawesi Utara (79,9), Maluku (79,4), Papua (79,0), Kalimantan Utara (78,0), Kalimantan Tengah (77,8) dan Kalimantan Barat (76,7).

Provinsi lain yang mengungguli skor KUB Jatim, yaitu Sumatera Utara (76,3), Sulawesi Selatan (75,7), Sulawesi Tengah (75,0), Jawa Tengah (74,6), DI Yogyakarta (74,2), Sulawesi Barat (74,1) dan Sulawesi Tenggara (73,9).

Mengenai kasus perusakan tiga bangunan Padmasana di Wonokitri, Tosari, Kabupaten Pasuruan pada Sabtu (7/12/2019) lalu, Khofifah enggan menanggapi. “Sudah, sudah saya sudah bilang Pak Poyo (tokoh masyarakat Tengger) itu. Wis,” katanya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Jatim Kusnadi meminta aparat kepolisian mengusut tuntas pelaku perusakan tiga Padmasana umat Hindu di lereng gunung Bromo tersebut.

Dia berharap masyarakat tidak terprovokasi dan menyerahkan kasus itu kepada pihak kepolisian.“Tindakan perusakan itu tidak mencerminkan nilai nilai masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi perbedaan dan keberagaman. Saya mohon pemeluk agama Hindu bersabar dan menyerahkan kepada pihak kepolisan,” katanya.

  • Bagikan