GKSB DPR RI-Parlemen Finlandia Bahas Penguatan ‘Global Recovery’

  • Bagikan

Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Mercy Christie Barends mengungkapkan GKSB DPR RI dan Committee for the Future Parlemen Finlandia membahas berbagai isu-isu penguatan untuk global recovery yakni berkaitan pemulihan pasca dampak pandemi Covid-19 dan situasi tak stabil karena geopolitik Ukraina dan Rusia yang memberikan implikasi sangat luas terhadap berbagai sektor khususnya sektor ekonomi. Atas dasar itu, kedua belah pihak membicarakan berbagai penguatan kerjasama di sektor ekonomi, investasi dan perdagangan yang menguntungkan kedua negara.

Demikian disampaikan Mercy saat memimpin GKSB DPR RI-Parlemen Finlandia menerima Parlemen Finlandia dipimpin Chair of the Committee for the Future of Parliament of Finland Mr. Joakim Strand yang digelar di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara V DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (08/09/2022). Hadir Anggota GKSB DPR RI-Parlemen Finlandia yang juga Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani dan Anggota GKSB DPR RI-Parlemen Finlandia yang juga Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti.

“Isu-isu yang kita bahas tadi adalah penguatan global recovery berkaitan pasca pandemi Covid-19 dan unstable situation karena geopolitik Ukraina dan Rusia yang memberikan implikasi sangat luas dalam sektor ekonomi dan berbagai sektor. Sehingga, tadi kita mendiskusikan berbagai penguatan kerjasama sektor ekonomi, investasi dan perdagangan yang menguntungkan kedua negara. Serta, dalam berbagai sektor strategis lainnya antara lain energi terbarukan, infrastruktur dan digitalization lalu sektor pendidikan, pariwisata dan kesehatan,” ujar Mercy.

Disisi lain, ungkap Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini, dalam pertemuan kedua belah pihak juga saling memberikan komitmen kuat untuk bisa mempengaruhi kebijakan masing-masing dalam tugas di Parlemen baik sisi anggaran, legislasi, pengembangan kebijakan-kebijakan, rancangan regulasi serta lebih dari itu yakni kemudian mendaratkan program-program tersebut dapat mendukung kebijakan pembangunan berkelanjutan mengingat setiap anggota Parlemen adalah salah satu faktor kunci dalam menentukan kebijakan negara.

“Kami juga memberi sinyal yang sangat kuat bahwa kedepannya karena pemindahan ibukota negara dan juga  didalam proses pembangunan kedepan banyak kesempatan terbuka untuk kerjasama dan investasi dari Finlandia diharapkan bisa masuk untuk meningkatkan neraca perdagangan kita menjadi lebih positif lagi di masa yang akan datang. Serta, semakin mempertegas bahwa kerjasama tidak saja government to governmentbusiness to business tetapi juga people to people,” pungkas Mercy.

Sementara itu, Chair of the Committee for the Future of Parliament of Finland Mr. Joakim Strand dalam sambutannya menjelaskan bahwa komite tetap yang didirikan di Parlemen Finlandia terdiri dari 17 Anggota Parlemen Finlandia yang berfungsi sebagai think tank untuk masa depan, kebijakan sains dan teknologi di Finlandia. Misi komite adalah untuk menghasilkan dialog tentang masalah-masalah besar di masa depan dan peluang. Sejak 2017, implementasi untuk agenda 2030 untuk pembangunan berkelanjutan serta tinjauan ke depan untuk memeriksa berbagai jenis masalah sosial dan perkembangan teknologi.

  • Bagikan