Dihukum Tanpa Supporter, Persebaya Akan Ajukan Banding

  • Bagikan

Manajemen Persebaya Surabaya merasa keberatan atas sanksi permainan kandang dan tandang tanpa penonton yang diberikan oleh Komdis PSSI.  Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Persebaya, Ram Surahman. Ia mengatakan bahwa hukuman bermain tanpa penonton hingga akhir musim Liga 1 2029 merupakan sanksi yang terlalu berat bagi mereka.

“Kalau bisa banding, nanti kami akan ambil opsi banding atas keputusan itu,” ujarnya ketika dihubungi wartawan, Sabtu (2/11/2019).

Ram menjelaskan, banding yang akan diajukan bisa jadi terkait keseluruhan sanksi yang diberikan baik larangan penonton maupun denda hingga Rp245 juta. Tapi ia menegaskan bahwa fokus utama yang akan dibanding adalah larangan penonton.

“Ini semuanya khususnya yang tanpa supporter, kalau nominal nanti dulu. Karena kami rasa penanganannya pertandingan home dan away tanpa suporter bukan solusi terbaik,” tuturnya.

Namun hingga saat ini ia belum dapat menyusun materi banding. Pasalnya berkas keputusan dari Komdis PSSI sejak 31 Oktober belum ia terima hingga saat ini. Ia menunggu berkas tersebut di tangannya untuk mengajukan langkah berikutnya.

“Sampai saat ini berkas dari Komdis belum kita terima secara tesmi, nanti begitu dapat resmi akan kita pelajari,” tutupnya.

Sebelumnya, sidang yang digelar Komdis PSSI pada 31 Oktober 2019 menghasilkan keputusan sanksi kepada Persebaya Surabaya berupa denda Rp245 juta dan larangan pentonton. Sanksi ini diberikan atas tragedi 29 Oktober di mana supporter Bonek Mania melakukan kerusuhan berupa pelemparan botol berulang, penyalaan smoke bomb serta flare, perusakan bench pemain, perusakan dan membakar aboard serta melakukan pengejaran terhadap pemain Persebaya Surabaya.

  • Bagikan