BI Jatim Prediksi Inflasi Akhir Tahun di Bawah Tiga Persen

  • Bagikan

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah menargetkan inflasi di bawah 3 persen sampai tutup Tahun 2019. Optimisme ini tidak lepas dari posisi inflasi tahunan hingga November 2019 tercatat 2,20 persen (yoy).

“Dari perkembangan sampai November itu sudah dua koma sekian persen. Biasanya satu bulan terakhir paling jelek ya tambah 0,3 persen. karena dampak libur Natal dan Tahun Baru,” kata Difi usai rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah di Kantor Perwakilan BI Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Kamis 12 Desember 2019.

Dengan tambahan 0,3 persen di akhir tahun, inflasi Jatim diperkirakan 2,5 hingga 2,6 persen. Angka itu, menurut Difi yang terendah dalam sejarah.

Namun, ia mengingatkan harus tetap waspada menghadapi libur Natal dan Tahun Baru. “Tadi kami sudah cek, mulai dari listrik, gas, minyak dan beras untuk persiapan liburan akhir tahun. Semuanya aman,” ungkapnya.

Sementara itu, kata Difi, pertumbuhan ekonomi di Jatim hingga akhir tahun diprediksi mencapai 5,6 persen. Pihaknya berharap pertumbuhan ekonomi trennya masih terus bertahan tahun depan.

Meski tahun depan ada beberapa sektor yang mengalami kenaikan, seperti iuran BPJS dan tarif listrik, Difi optimistis kenaikan itu tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi Jatim. “Belum tentu naik seketika saat itu juga,” tuturnya.

Berdasarkan pantauan BI Jatim, belum tampak adanya kepanikan akibat rencana kenaikan yang telah diumumkan pemerintah. “Tahun lalu Jatim sangat rentan terhadap kenaikan BBM, tarif sewa rumah, dan angkutan udara. Sementara ini kami belum melihatnya,” tandasnya.

Adapun Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan seluruh stok bahan pokok kebutuhan masyarakat aman hingga akhir tahun. Dia meminta masyarakat untuk tidak menimbun kebutuhan pokok yang bisa berakibat fatal.

“Kepada semua masyarakat, kami menjamin ketersediaan beras, daging, gula sangat aman. Termasuk daging ayam dan telur sangat aman untuk Natal dan Tahun Baru (Nataru),” kata Khofifah.

Dia menunjukkan saat ini Jatim surplus 2,7 juta ton beras dan kelebihan pasokan jagun hingga 5,3 juta ton. Begitu juga stok daging juga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Jatim.

Mantan Mensos itu juga menjamin ketersediaan listrik dan BBM aman. Bahkan pasokan BBM dari Pertamina sudah dijamin untuk menyiasati peningkatan 7 persen di akhir tahun.

  • Bagikan