Audiensi ke PB HMI, HMI Cabang Jogja dan Cabang Makassar Minta Kejelasan Pelaksanaan Kongres di Cabang Aceh Timur

  • Bagikan

Berdasarkan Pleno III dan Rapat Pimpinan HMI Cabang Se-Indonesia di Manado, Sulawesi Utara tanggal 5-10 Juni 2022 lalu memutuskan dan menetapkan HMI Cabang Aceh Timur sebagai Tuan Rumah Kongres XXXIII HMI.

Sayangnya keputusan dan ketetapan itu menuai polemik karena dianggap tidak sesuai dengan kriteria untuk menjadi Tuan Rumah Kongres yang telah disepakati pada Rapat Pimpinan Cabang di Manado.

Oleh karena itu HMI HMI Cabang Makassar dan HMI Cabang Yogyakarta mengadakan audiensi bersama PB HMI dibawah pimpinan Ketua Umum Affandi Ismail.

Audiensi tersebut meminta kejelasan terkait pelaksanaan Kongres ke-XXXIII dan penetapan Cabang Aceh Timur sebagai tuan rumah.

Audiensi tersebut berlangsung secara daring pada hari Rabu, 24 Agustus 2022 pukul 20.00 kurang lebih empat jam yang dimoderatori oleh saudara Farras Maulana selaku kader dari HMI Cabang Yogyakarta.

Hadir Affandi Ismail selaku Ktua Umum PB HMI, Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta Isyraf Madjid, Ketua Umum HMI Cabang Makassar Ahmad Nurfajri Syahidallah, beserta kader HMI lainnya dari dua cabang tersebut.

setidaknya ada empat poin dihasilkan dari audiensi tersebut yang dikirim kepada redaksi kliksajajogja.co.

Pertama, komposisi Steering Committee Kongres XXXIII telah disusun dengan personalia seperti ini: Ketua Komisi Intelektual, Kebudayaan dan Peradaban Islam PB HMI, Muhajir MA sebagai koordinatornya dan seluruh Ketua Badan Koordinasi HMI se-Indonesia sebagai anggotanya. Namun belum di-SK-kan.

Kedua, komposisi Majelis Pekerja Kongres XXXIII juga telah disusun dengan personalia seperti ini: Ketua Komisi Pendidikan dan Kebudayaan PB HMI, Fahrul Rizal sebagai koordinatornya dan seluruh Sekretaris Badan Koordinasi HMI se-Indonesia sebagai anggotanya. Namun belum juga di-SK-kan.

Ketiga, komposisi Organizing Committee juga bernasib sama dengan dua komposisi sebelumnya: belum di-SK-kan. Menurut pengakuan Ketua Umum PB HMI Affandi Ismail, ada beberapa pertimbangan hingga Surat Keputusan Organizing Committee belum diterbitkan. Sebut saja misalnya, beliau tidak dapat mengabaikan begitu saja surat yang dilayangkan oleh Cabang-Cabang di wilayah Badan Koordinasi HMI Jawa bagian Barat kepada PB HMI tentang peninjauan ulang penetapan Tuan Rumah Kongres. Serta, keputusan Rapat Harian Pengurus Besar HMI.

Keempat, waktu pelaksanaan Kongres XXXIII masih dalam tahap ikhtiar. Berdasarkan pengakuan Ketua Umum PB HMI, Kongres XXXIII dapat dilaksanakan di bulan November jika dikerjakan tanpa gejolak dan dengan semangat penuh. Meski begitu, Ketua Umum PB HMI Affandi Ismail sendiri mengakui bahwa waktu ideal dalam perjalanan melaksanakan kongres ialah 6 bulan.

Klimaksnya, di penghujung audiensi, PB HMI menyebutkan beberapa kiat untuk merekonsoliasikan dan menyelesaikan dinamika serta gejolak terkait Kongres XXXIII, utamanya perihal lokasi yang sejauh ini belum menuai hilalnya.

Kiat pertama, Kongres HMI ke XXXIII tetap dilangsungkan di Aceh, meski sejauh ini menuai berbagai polemik. Upaya yang bakal selalu dilakukan oleh HMI ialah dengan selalu memonitor perkembangan yang terjadi. Sehingga, apabila berujung pada kekacauan yang tak terkira, maka PB HMI akan meninjau kembali ketetapan atas penentuan Aceh sebagai tuan rumah tersebut.

Singkatnya, Kongres ke XXXIII di Aceh Timur akan di-SK-kan dengan syarat dievaluasi. Artinya, jika tak memenuhi standar evaluasi berdasarkan indikator yang diberikan, PB HMI akan memindahkan lokasi Kongres XXXIII dari Aceh ke bagian Indonesia lainnya.

Kiat kedua, pembukaan seremonial Kongres XXXIII diadakan di Jakarta dan forum Kongres XXXIII tetap dilakukan di Aceh. Ikhitiar ini dianggap sebagai solusi atas polemik yang terjadi diatara 2 cabang tersebut. Dengan menghadirkan tindak keadilan, meski membutuhkan lebih banyak persiapan dan beragam aspek teknis lainnya.

Kiat terakhir, memilih lokasi dan Tuan Rumah Kongres XXXIII selain HMI Cabang Aceh Timur dan HMI Cabang Jakarta Selatan. Selain itu, Ketua Umum PB HMI Affandi Ismail meminta kepercayaan penuh kepada HMI Cabang Se-Indonesia, bahwa PB HMI bisa menyelenggarakan Kongres XXXIII.

Begitulah hasil audiensi PB HMI bersama HMI Cabang Makassar-HMI Cabang Yogyakarta. Tentu, dan sudah pasti, masih terdapat banyak tanda tanya bersifat penasaran menyoal pelaksanaan Kongres HMI ke XXXIII. Olehnya, mari menerka Kongres HMI ke XXXIII.

  • Bagikan