Atasi DBD, Bupati Ipong Berjanji Akan Memberi Reward Untuk Desa Yang Zero DBD.

  • Bagikan

7/1/2020

Ponorogo – Awal tahun lalu, demam berdarah dengue (DBD) menjadi momok yang mematikan bagi warga bumi reyog. Pasalnya, banyak warga yang terjangkit, sampai-sampai Pemkab setempat menyatakan status kejadian luar biasa (KLB) untuk penyakit DBD.

Pemkab Ponorogo sejak Desember 2019 mengimbau kepada masyarakat untuk menghilangkan genangan air di lingkungannya. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hal serupa terjadi lagi di awal tahun ini.

“Nyamuk itu di lingkungan yang ada genangan airnya. Untuk pencegahan masyarakat harus mengantisipasi dengan menghilangkan genangan air tersebut,” kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Selasa (7/1/2020).

Bahkan untuk memberikan semangat dalam melakukan pencegahan, nanti desa yang zero DBD akan diberi reward. Untuk itu Dia meminta kepada Kades menghidupkan lagi kerja bakti maupun jumat bersih.

“Jadi desa atau kelurahan yang tidak terkena DBD akan saya beri reward,” katanya.

Dikutip dari beritajatim.com, Bupati Ipong mengungkapkan untuk merealisasikan kegiatan kerja bakti maupun jumat bersih, pihaknya meminta pemdes mengalokasikan anggaran untuk kegiatan tersebut. Dia meminta kepala desa jadi pelopor pencegahan DBD di desa masing-masing.

Ipong menilai, selama ini cara berpikir sebagian masyarakat keliru. Seolah-olah foging itu solusi dari pencegahan penyakit DBD. Padahal itu bukan solusi, foging adalah upaya terakhir jika penyakit DBD sudah ada.

“Yang utama, seperti yang sudah saya sampaikan, semua yang berpotensi menjadi tempat tergenangnya air harus ditiadakan,” pungkasnya.

  • Bagikan