Aplikasi Pengaduan Jalan Rusak Tidak Dapat Diakses, Warga di Pamekasan Mengeluh Kesulitan.

  • Bagikan

16/1/2020

Pamekasan – Musim hujan di Kabupaten┬áPamekasan, Jawa Timur, menyebabkan banyak jalan rusak. Lubang-lubang di tengah jalan banyak menganga dan semakin melebar.

Bahkan, jalan yang awalnya retak, kini semakin melebar.

Kondisi tersebut mulai dari jalan nasional, jalan provinsi, jalan kecamatan hingga jalan poros desa.

Pemerintah Kabupaten Pamekasan sebenarnya telah meluncurkan aplikasi pengaduan jalan rusak melalui aplikasi E-Lorong.

Aplikasi yang bisa diakses melalui ponsel android ini diluncurkan pada Februari 2019 lalu oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

Awalnya, aplikasi ini masih mudah untuk diakses.

Bahkan, warga yang menyampaikan pengaduan, dalam sehari bisa mencapai 40 lebih.

Meskipun, tidak semua keluhan langsung bisa ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga.

“Dulu masih nyaman, kalau kirim foto jalan rusak atau berlubang. Sekarang sudah tidak bisa diakses,” ujar Moh Soleh, warga Kelurahan Lawangan Daya, Kamis (16/1/2020).

Sekitar 6 hari yang lalu, Soleh mencoba membuka aplikasi tersebut.

Namun, tetap saja tidak bisa menyampaikan pengaduan.

Saat masuk ke menu layanan umum E-Lorong (E-Jalan), selalu muncul peringatan bertuliskan “tidak ada data”.


Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan Totok Hartono mengatakan bahwa saat ini sedang ada perbaikan.

Tanpa mengecek aplikasi tersebut, Totok memastikan bahwa sekarang sudah berfungsi lagi.

“Kemarin memang gangguan, tapi sekarang sudah bisa diakses lagi,” ujar Totok Hartono.

Totok menjelaskan, aplikasi itu diluncurkan dalam rangka memudahkan masyarakat menyampaikan pengaduan kondisi jalan di Pamekasan.

Namun, tidak semua pengaduan bisa ditindaklanjuti, karena berkaitan dengan ketersediaan anggaran.

“Kalau anggarannya pakai peningkatan jalan yang harus lelang, tidak bisa ditangani cepat karena ada prosedurnya. Jadi, kalau ada yang tidak tertangani, kami mohon maaf,” ujar Totok Hartono.

  • Bagikan