Tolak Capim Bermasalah dan Revisi UU KPK, Pimpinan dan Pegawai KPK Lakukan Aksi Tutup Logo KPK

  • Bagikan

Para pimpinan dan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengadakan aksi simbolik menutup logo KPK dengan kain hitam di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Minggu (08/09/2019).

Aksi ini sebagai bentuk penolakan terhadap calon pimpinan KPK bermasalah dan revisi undang-undang KPK.

“Ini hanya simbol saja ditutup dengan kain hitam mengingatkan bahwa ada jalan panjang yang harus kita lalui di negeri ini. Dari pada sekadar membahas UU KPK yang kita harap tadinya kalaupun ada perubahan itu memperkuat bukan memperlemah,” ucap Wakil Ketua KPK Saut Situmorang yang dikutip dari Antara.

Pada aksi itu, pegawai KPK juga meminta kepada Presiden Joko Widodo bertindak tegas menolak calon pimpinan (capim) KPK bermasalah dan revisi Undang-Undang KPK.

Salah satu pegawai KPK, Christine Afriani mengatakan bahwa Jokowi harus menjalankan fungsinya sebagai kepala negara untuk tidak meloloskan capim bermasalah dan menolak revisi UU KPK.

“Para pegawai berharap Presiden agar melakukan fungsinya sebagai Kepala Negara untuk mencegah KPK mati dengan tidak meloloskan capim terduga pelanggar etik dan menolak revisi UU KPK,” kata Christie Afriani.

Christie mengatakan pegawa KPK membuka diri kepada siapa pun yang mau membantu, tanpa memandang latar belakang selama mempunyai visi dan kebencian atas korupsi yang merajalela.

“Bunga dan leaflet permintaan tolong dari KPK dibagikan oleh 500 pegawai KPK di sekitar Bundaran HI Jakarta, Minggu,” ucap dia.

Permintaan tolong kepada masyarakat itu, kata dia, karena hingga hari ini Presiden belum bertindak untuk secara tegas menolak capim bermasalah dan menolak revisi UU KPK tersebut.

Ia menyatakan rangkaian proses pemintaan tolong tersebut tersebut diakhiri dengan seremoni penutupan gedung KPK dengan kain hitam sebagai lambang kesuraman dan duka.

“Serangan terhadap KPK secara sistematis menyempurnakan serangan dari dalam dan luar sehingga paripurna membuat KPK mati karena tidak berfungsi,” ujar Christie. (*)

  • Bagikan