oleh

Jenis Pelanggaran Tilang Elektronik Berikut Cara Bayarnya

Nasional, Kliksaja Jogja – Electronic traffic law enforcement (ETLE) atau tilang elektronik telah resmi diterapkan oleh Kepolisian RI sejak 23 Maret 2021.

Sebanyak 12 kepolisian daerah (Polda) pun telah menerapkan  tilang elektronik dengan melakukan pemasangan  kamera pemantau CCTV di sejumlah tempat.

Lalu apa saja jenis pelanggaran elektronik yang dimaksud dan bagaimana cara pembayarannya?

Jenis Pelanggaran Tilang Elektronik

1. Menggunakan telepon saat berkendara Menggunakan telepon seluler ketika berkendara diancam Pasal 283 Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya. Hukumannya adalah kurungan penjara 3 bulan atau denda senilai Rp750 ribu.

2. Sabuk pengaman Jika tidak memakai sabuk keselamatan (safety belt), pelanggar akan dikenai hukuman penjara 1 buan atau denda Rp250 ribu.

3. Rambu lalu lintas dan marka jalan Jika melanggar rambu lalu lintas dan marka jalan, maka pelanggar dikenai Pasal 287 Ayat 1 UU LLAJ dan kurungan penjara 2 bulan atau denda sebesar maksimal Rp500 ribu.

4. Tidak mengenakan helm Jika tidak memakai helm, sesuai Pasal 106 Ayat 8 UU LLAJ, atau penutup kepala sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), maka dipenjara paling lama 1 bulan atau denda Rp250 ribu. Apabila kedapatan memakai pelat nomor polisi palsu, pelanggar dikenai Pasal 280 dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda maksimal Rp500 ribu.

Ketentuan Denda

Melansir indonesia.go.id, pengendara yang terbukti melakukan pelanggaran, maka pemilik kendaraan akan mendapatkan surat tilang yang dikirimkan langsung ke alamat yang terdata sesuai nomor kendaraan.

Tilang berlaku untuk semua jenis kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Berikut mekanismenya:

1. Setiap kamera CCTV akan bekerja secara otomatis untuk memantau dan memetakan setiap pelanggaran yang terjadi.

2. Setelah pelanggaran lalu lintas terekam oleh CCTV, polisi akan mengecek identitas kendaraan dari electronic registration and identification (REI) sebagai sumber data kendaraan.

3. Selanjutnya, pihak kepolisian akan mengirimkan surat konfirmasi yang mencantum nama pemilik kendaraan, foto atau bukti pelanggaran, jenis pasal yang dilanggar, alamat pemilik, jenis kendaraan, dan masa berlaku kendaraan.

4. Di dalam surat konfirmasi juga tertera jadwal bagi pemilik kendaraan melakukan klarifikasi ke unit ETLE di masing-masing polda. Klarifikasi ini bagian dari hak jawab pemilik kendaraan yang dikirimi surat konfirmasi tilang.

5. Pemilik kendaraan yang dikirimi surat konfirmasi tilang elektronik diberi kesempatan klarifikasi paling lambat dalam lima hari.

6. Jika telah melakukan tahapan di atas, maka pelanggar akan menerima surat tilang warna biru sebagai bukti pelanggaran serta kode akun virtual BRI (BRIVA). Kode BRIVA ini digunakan untuk membayar denda tilang di Bank BRI ditujukan kepada rekening ETLE masing-masing polda.

Klarifikasi Pelanggaran

Bagi pengendara di bawah hukum Polda DIY, pemilik kendaraan dapat melakukan klarifikasi secara daring di https://etle-diy.info/id. Caranya, dengan memasukkan kode referensi pelanggaran dan pelat nomor polisi kendaraan sebagai syarat klarifikasi daring.

Di samping itu, pemilik kendaraan juga bisa mendatangi kantor Sub Direktorat Penegakan Hukum (Subdit Gakkum) Polda Metro Jaya yang beroperasi Senin hingga Jumat pukul 08.00-16.00 WIB dan Sabtu dari pukul 08.00-14.00 WIB.

Cara Membayar Denda Tilang Elektronik

Apabila pengendara tidak membayar denda dalam kurun waktu 15 hari, maka surat tanda nomor kendaraan (STNK) milik pelanggar akan diblokir.

Berikut ini cara pembayaran denda tilang elektronik:

1. Pelanggar yang merupakan nasabah Bank BRI dapat menyetor denda tilang melalui transfer via mesin anjungan tunai mandiri (ATM), mobile banking, atau melalui mesin electronic data capture (EDC).

2. Selain itu, bisa juga menyetorkannya melalui petugas teller BRI dengan terlebih dulu mengisi slip setoran.

3. Pada kolom ‘nomor rekening’, pelanggar wajib mengisi 15 angka nomor pembayaran tilang, sementara pada kolom nominal diisi dengan jumlah denda yang harus dibayarkan.

4. Setelah slip setoran diisi sesuai petunjuk, serahkan kepada petugas teller untuk menyelesaikan pembayaran denda.

Perlu diingat untuk tetap menyimpan bukti pembayaran denda tilang baik berupa struk transaksi, slip setoran bank, atau bukti notifikasi melalui pesan singkat (SMS). Bukti pembayaran ini akan menjadi bukti ke polisi sebagai penindak untuk ditukarkan dengan barang bukti yang disita pihak kepolisian.

 

Umpan Berita