oleh

Simak! Ini Cara Penyimpanan Telur dan Masa Kedaluwarsanya

Yogyakarta, Kliksaja Jogja – Telur merupakan salah satu protein hewani yang sangat baik dikonsumsi untuk menunjang kesehatan tubuh. Telur ayam, telur bebek hingga telur burung puyuh mengandung asam amino esensial yang berfungsi untuk membangun sel dan juga jaringan tubuh.

Selayaknya bahan makanan mentah pada umumnya, telur juga kedaluwarsanya sendiri. Telur memang bisa bertahan lama jika disimpan dengan cara yang tepat. Namun bisa berubah menjadi busuk saat disimpan terlalu lama sekalipun di dalam suhu yang dingin.

Lalu bagaimana cara menyimpan telur yang baik dan kapan waktu yang tepat mengkonsumsi telur?

Berapa lama menyimpan telur?

The Food and Drug Administration (FDA) atau setara dengan Badan POM di Indonesia, menyarankan untuk sebaiknya menyimpan telur di dalam suhu yang pas. Suhu yang tepat yaitu di bawah 7 derajat celcius.

Namun, beda tempat penyimpanannya, beda juga masa kedaluwarsanya. Menurut United States Department of Agriculture, saat yang masih terlindungi cangkangnya, telur dapat bertahan hingga 4 sampai 5 minggu jika disimpan di dalam kulkas. Sebaliknya saat disimpan di dalam ruangan, telur jadi lebih cepat busuk dan hanya bisa bertahan sampai 3 minggu.

Sementara, telur yang telah direbus juga lebih cepat busuk ketika disimpan di dalam suhu ruangan. Hal ini karena suhu ruangan yang cenderung panas dapat menghancurkan lapisan yang melindungi pori-pori telur.

Akhirnya, bakteri pun mudah masuk sehingga telur menjadi busuk. Namun, telur juga bisa bertahan tanpa cangkang asalkan disimpan di dalam freezer. Dalam kondisi tersebut, dapat bertahan hingga 1 tahun.

Bahaya mengonsumsi telur busuk

Telur bisa busuk biasanya terjadi akibat banyaknya jumlah bakteri Salmonella di dalam telur. Jika tidak memperhatikan masa kadaluwarsa telur, Anda bisa saja tak sengaja memasak telur yang sudah basi lalu kemudian dihidangkan sebagai makanan.

Akibatnya, Anda bisa mengalami keracunan makanan yang ditandai dengan keluhan mual, muntah, diare, demam, nyeri perut, sakit kepala, sakit badan. Keluhan dapat muncul 1-3 hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri namun dapat juga muncul 20 menit-6 minggu kemudian. Gejala yang muncul dapat berbeda-beda dan dapat menimbulkan komplikasi.

Hal ini dilakukan bertujuan untuk mencegah kontaminasi dari perkembangan bakteri Salmonella yang terkandung di dalam telur.

Umpan Berita