oleh

Pemkot Yogyakarta Larang Sholat Tarawih Berjamaah di Wilayah Zona Merah

Yogyakarta, Kliksaja Jogja – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melarang wilayah masuk kategori zona merah penyebaran Covid-19 melaksanakan shalat tarawih berjemaah di masjid.

Hal itu sebagaimana disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi yang sekaligus Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta. Menurutnya, kebijakan tersebut untuk mengantisipasi sebaran Covid-19 selama bulan Ramadan.

“Pola PPKM masih kita jalankan. RT dan RW yang wilayahnya belum kondusif, masjid belum bisa menjalankan tarawih dan segala macam,” cetus Heroe, Senin (05/04/2021).

Heroe menjelaskan penentuan zona risiko sendiri masih memakai perhitungan 14 indikator epidemiologi, yang diperbaharui setiap pekannya. Sehingga terdapat kemungkinan per minggu ada pergeseran status.

Meski demikian, tetap akan diatur untuk pelaksanaan shalat tarawih di wilayah yang bukan masuk zona merah Covid-19.

“Kalaupun tarawih dijalankan harus diatur, jumlah jemaahnya dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas masjid,” ungkap Heroe.

Ia mengimbau agar masyarakat melaksanakan tarawih di lingkungannya masing-masing.

“Kita masih menunggu petunjuk dari pusat juga. Tapi, kita terus sosialisasikan, kondisi epidemiologi di wilayah sangat menentukan bisa dilaksanakan atau tidaknya salat (jemaah) tarawih di masjid-masjid,” tegasnya.

Heroe menambahkan, pihaknya juga akan mengatur perizinan pasar sore Ramadan seperti di Jogokariyan, atau Kauman. Menurut dia, jika Pemkot mengeluarkan izin, maka akan diatur jarak para pedagang agar tidak berhimpitan.

“Sudah beberapa yang mengajukan. Sekarang harus berjarak agak lebar. Tidak hanya satu atau dua meter, tapi agak lebar, supaya tidak memunculkan potensi-potensi kerumunan,” kata Heroe.

Umpan Berita