oleh

Pemkot Yogya Sinergikan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi

Yogyakarta, Kliksaja Jogja – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta berupaya mensinergikan aspek kesehatan dengan pemulihan ekonomi masyarakat.

Melansir dari situs resmi Pemkot Jogja, Pemkot Jogja menjadikan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 sebagai momentum dalam upaya menangani pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi masyarakat, Senin (07/06/2021).

“Ini tergambarkan dalam tema HUT ke-74 Pemkot Yogyakarta yaitu bersinergi melanjutkan penanganan Covid-19 untuk pemulihan ekonomi,” kata Sekda Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya di ruang kerjanya, Jumat (4/6/2021).

Menurutnya dengan tema tersebut maka penanganan Covid-19 berkesinambungan dengan tahun kemarin saat awal pandemi. Oleh sebab itu pihaknya memastikan apa yang sudah dilakukan tahun kemarin dalam penanganan Covid-19 untuk pemulihan ekonomi, dengan momentum HUT Pemkot Yogyakarta tahun ini akan tetap dilanjutkan.

Aman menyatakan dalam penanganan Covid-19 yang berorientasi pada protokol kesehatan tidak hanya untuk menegakkan aspek kesehatan. Tetapi penanganan kesehatan dalam rangka menuju pemulihan ekonomi sebagai subtansi dasar tujuan untuk mensejahterakan masyarakat.

“Kesehatan sebagai modal kerja untuk pemulihan ekonomi. Secara operasional teknis dicari keseimbangan agar suasana dalam penanganan kesehatan tetap mampu jadi situasi kondusif untuk pemulihan ekonomi,” paparnya.

Komitmen Pemkot Yogyakarta dalam penanganan Covid-19 untuk pemulihan ekonomi itu dibuktikan dalam kebijakan politik anggaran 2021.

Pihaknya menyampaikan dalam APBD Kota Yogyakarta tahun 2021 sudah menggambarkan penanganan Covid-19 untuk pemulihan ekonomi.

Meski demikian diakuinya ada bab-bab yang belum sempurna dalam penganggaran karena dalam situasi pandemi tidak seperti yang dibayangkan di awal.

Realokasi dan refokusing anggaran

Oleh sebab itu dilakukan realokasi dan refokusing anggaran agar terjaga untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Realokasi dan refokusing anggaran dilakukan pada anggaran- anggaran yang tidak bersentuhan langsung dengan operasional program pemulihan ekonomi. Tapi diambilkan dari pos-pos lain yang tidak mengambil porsi belanja langsung msayarakat. Ini semangatnya untuk penanganan covid dan pemulihan ekonomi,” terang Aman.

Dicontohkan realokasi anggaran untuk penyertaan modal di 2021 ditunda sementara dan difokuskan guna penanganan Covid-19. Dengan demikian program-program riil yang bersinggungan dengan masyarakat tetap berjalan.

Hal itu menunjukkan Pemkot Yogyakarta berupaya mensinergikan penanganan Covid-19 dan melakukan pemulihan ekonomi.

“Sepanjang tahun ini kami sudah melakukan dua kali realokasi dan refokusing anggaran. Tapi tidak ada program- program langsung ke masyarakat yang diubah. Beda dengan tahun lalu ada beberapa program masyarakat yang terpaksa ditunda karena saat awal anggaran belum mengasumsikan penanganan Covid-19,” jelasnya.

Selain itu program-program kegiatan fisik Pemkot Yogyakarta juga tetap dilaksanakan sebagai pengungkit pemulihan ekonomi masyarakat.

Beberapa program fisik itu di antaranya melanjutkan penataan pedestrian di Jalan Sudirman kawasan Kotabaru dari simpang Gramedia sampai Rumah Sakit Bethesda dan kawasan Malioboro Jalan KH Ahmad Dahlan dari simpang Ngabean sampai Titik Nol Kilometer.

Diharapkan penataan satuan ruang strategis berbasis tata ruang budaya keistimewaan itu menjadi model ikonik pengembangan pariwisata di Kota Yogyakarta.

“Kegiatan fisik hakekatnya menggerakan ekonomi masyarakat lewat belanja infrastruktur. Melalui kegiatan fisik juga penguatan aspek ketenagakerjaan,” ucap Aman. (*)

Umpan Berita