Meski PPKM, Pemkot Solo Persilakan PKL Tetap Jualan di Malam Hari

  • Bagikan

Surakarta – Melihat kondisi ekonomi masyarakat yang sulit di tengah pemberlakuan PPKM, Pemerintah Kota Surakarta mempersilakan aktivitas pedagang kaki lima (PKL) dalam mencari rezeki di malam hari.

“Mengenai PKL ini kami menjabarkan dengan logika, rasa kemanusiaan, dan keadilan,” kata Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo dilansir dari Antara di Solo, Kamis (14/01/2021).

Awalnya, kata dia, selama PPKM para PKL hanya diperbolehkan berjualan hingga pukul 19.00 WIB. Namun, dengan alasan kemanusiaan, pihaknya menganulir keputusan tersebut.

Ia mengatakan akan tidak adil jika jam operasional mal diberikan selama sembilan jam sehari, namun PKL hanya diberikan waktu sebentar saja.

“Kalau buka jam 18.00 terus jam 19.00 WIB ditutup lha nanti teman-teman makan apa. Yang penting jam operasional dipersilakan,” katanya.

Ia juga meminta para pedagang untuk membatasi jumlah pembeli yang makan di warung dengan maksimal terisi 25 persen dari kapasitas biasanya.

Dia menjelaskan jika para pedagang tidak mengikuti aturan tersebut maka akan langsung ditegur oleh instansi terkait.

“Jadi kalau nanti melebihi itu ya akan ditegur dan diperingatkan. Kalau perlu dilarang buka,” katanya.

Mengenai viralnya video PKL di Kabupaten Sukoharjo yang berselisih dengan petugas Satpol PP terkait dengan pembatasan jam operasional tersebut, pihaknya enggan menanggapi banyak.

“Kalau bekerja pakai rasa, keadilan ditegakkan, pemerintah memanusiakan manusia. Pakai ilmu nalar,” katanya.

Ia juga mempersilakan jika ada PKL luar daerah yang ingin berjualan di Solo selama pelaksanaan PPKM tersebut.

“Silakan kalau mengais rejeki di Solo tetapi 25 persen tempat duduk. Yang dibatasi kegiatan masyarakat, tidak ada kerumunan,” katanya.

  • Bagikan