Karena Dendam 3 Remaja Berniat Klitih Ditangkap Warga

  • Bagikan

Bantul – Karena Dendam tiga pelaku berencana melakukan tindakan penganiayaan jalanan atau klitih.

Dilansir dari SuaraJogja.id, Ketiga orang tersebut berinisial OS (17), YP (22) dan KBS (22). Sampai saat ini ketiganya masih diamankan di ruang tahanan Mapolsek Sedayu, Minggu, (17/01/2021).

“(Karena) dendam dan diserang oleh geng di dekat Rumah Sakit Hardjolukito (Bantul). Saya mengajak teman mencari orang itu (musuhnya),” ujar YP saat konferensi pers di Mapolsek Sedayu, Kamis (21/1/2021)

Ia mengatakan peristiwa itu terjadi satu bulan lalu. YP diserang namun beruntung tak terluka. Kendati demikian pihaknya tidak melaporkan peristiwa yang dia alami ke pihak berwenang.

“Saya mengenakan jaket tebal dan helm lengkap saat kejadian itu, ketika diserang tidak terluka. Karena panik saya kabur dan tidak melaporkan ke kepolisian,” kata dia.

YP mengaku bukan pemilik senjata tajam jenis celurit yang sebelumnya diamankan kepolisian. Pihaknya hanya mengajak teman-temannya mencari musuh dan membalas dendamnya.

Sementara Kapolsek Sedayu, Kompol L Ardi Hartana menerangkan jika sebelum mencari orang yang pernah melukai YP, ketiga orang tersebut tengah mengonsumsi minuman beralkohol.

“Ketiganya mengkonsumsi minuman keras di rumah YP di Balecatur, Gamping, Kabupaten Sleman. Tapi berpindah lokasi di rumah OS di wilayah Kasihan, Kabupaten Bantul. Dalam pengaruh minuman keras tersebut, YP bercerita jika pernah menjadi korban kekerasan jalanan. Sehingga mereka berencana melakukan pembalasan,” ucap Ardi.

Ketiga pelaku berboncengan mengendarai motor mencari tempat musuhnya berkumpul. Mereka melintas di Jalan Ring Road Selatan, wilayah Patukan, Gamping, Kabupaten Sleman namun tidak menemui orang yang dimaksud.

Saat melintas di jalan tersebut, ketiga pelaku berpapasan dengan saksi bernama Ismoyo Sabda Pamungkas (26). Seorang pelaku yakni KBS melempar saksi dengan botol miras ke arah saksi.

“Botol miras itu hampir mengenai saksi. Selanjutnya saksi melakukan pengejaran dibantu warga setempat. Mereka bertiga tertangkap di sekitar Dusun Kaliberot Argomulyo, Sedayu sekitar pukul 04.00 wib,” jelas dia.

Warga akhirnya menghubungi pihak kepolisian untuk melakukan pengamanan. Saat penggeledahan kepada ketiga pelaku, ditemukan sajam berupa clurit.

“Jadi tiga orang ini berboncengan satu motor dan sudah membawa clurit dari rumah mereka. Setelah kami geledah ternyata benar mereka membawa clurit,” ujar dia.

Motif pelaku membawa sajam tersebut untuk mengamankan diri ketika bertemu musuhnya.

Ardi menjelaskan jika tiga orang tersebut memang tergabung dalam sebuah geng. Kendati demikian pihaknya tidak menyebutkan pelaku masuk dalam geng apa.

“Mereka memang satu geng, karena salah satu temannya diserang sekelompok orang yang juga mereka anggap sebagai geng musuhnya, pelaku berkeinginan membalas dendam,” kata dia.

Ketiga tersangka mengaku baru melancarkan aksi tersebut pertama kali. Kendati demikian kepolisian tetap memproses tindak pidana yang mereka lakukan.

Atas perbuatan mereka, tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat 1 UU Darurat nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Tajam Tanpa Izin serta Pasal 169 KUHP tentang Ikut Campur dalam Perkumpulan dalam Melakukan Tindak Kejahatan.

“Mereka diancam hukuman penjara paling lama 10 tahun dan enam tahun. Karena ada pelaku di bawah umur, nantinya ada proses UU perlindungan anak. Dua lainnya akan menjalani proses sesuai hukum yang berlaku,” jelas Ardi

  • Bagikan