oleh

DWP DIY Gelar Seminar Guna Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan

Yogyakarta, Kliksaja Jogja – Sepanjang tahun 2020 hingga 2021 masyarakat DIY mengalami gejolak ekonomi yang terus membayangi akibat pandemi.

Melansir dari situs resmi Pemda DIY, Dharma Wanita Persatuan (DWP) DIY menggelar seminar guna meningkatkan pemberdayaan wanita di era pandemi agar semakin produktif ke depannya.

Hal ini diungkapkan Ketua DWP DIY, Sri Endah Pudjiati Baskara Aji saat membuka Seminar Public Speaking dan Business, Selasa (11/05/2021) yang dilaksanakan secara daring dan luring di Gedung Wisanggeni.

Sri Endah mengatakan seminar ini menjadi program kerja bagi DWP DIY yang akan diselenggarakan dua kali selama satu periode.

Rencananya, seminar ini tidak hanya berhenti pada pemberian materi, namun DWP DIY akan mengadakakan workshop setelah Idulfitri bagi seluruh anggota yang mengikuti seminar pagi ini untuk mempraktikkan materi yang telah didapatkannya.

“Harapannya setelah kegiatan ini berlangsung, anggota DWP se-DIY dapat meningkatkan kualitas diri dengan rasa percaya diri yang dimilikinya, lebih mandiri serta berdaya dalam menggunakan teknologi untuk mengelola bisnis online yang memberikan banyak manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi,” paparnya.

Pada kesempatan tersebut, ia pun menambahkan DWP DIY akan mengadakan kembali seminar pada bulan Agustus dengan mengusung tema “Tata Busana dan Table Manner” dengan tujuan mempersiapkan anggota DWP DIY agar dapat tampil maksimal saat tampil di depan umum.

Seminar kolaborasi antara DWP DIY dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY ini menghadirkan dua narasumber ternama yakni Lusy Laksita dan Nendra Rengganis.

Dalam paparan materinya, Lusy Laksita, Managing Director di Lusy Laksita Broadcasting School & Partnert In Comm membagikan pengalamannya selama puluhan tahun bergelut menjadi seorang Public Speaker.

Menurutnya, langkah untuk mengasah skill public speaking bagi seorang public speaker harus berani mencoba, jangan takut untuk berbuat kesalahan, serta terus berlatih.

“Dengan rutin berlatih dan mempunyai tingkat berani yang tinggi, akan semakin menyempurnakan kita saat tampil di depan banyak orang,” imbuhnya.

Sementara itu, Nendra Rengganis, pendiri platform digital Hipwee pada tahun 2014 ini menerangkan bisnis melalui dunia digital menjadi dunia yang ramah bagi perempuan karena dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun.

Hal ini tentu sangat memudahkan bagi perempuan terutama yang memiliki peran ganda setiap harinya.

Nendra turut menambahkan, semua perempuan mempunyai kesempatan yang sama untuk menjelajahi dunia digital yang tanpa batas ini berapapun usia, gender, dan latar belakang yang dipunyai.

“Selama kita terus berusaha menyesuaikan dan belajar, kita dapat mengenal lebih dalam tentang dunia digital sesuai kapasitas dan skill yang dipunyai. Selain itu, sebagai generasi tutorial kita semua mempunyai kesempatan untuk mencari tahu apapun sebebas-bebasnya,” pungkasnya.

Umpan Berita