oleh

Djoko Tjandra Divonis 4,6 Tahun Penjara, ICW: Layak Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup

Nasional, Kliksaja Jogja – Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menyatakan Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra bersalah melakukan tindak pidana korupsi di kasus suap red notice dan fatwa Mahkamah Agung (MA). Djoko Tjandra divonis 4 tahun dan 6 bulan penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Menaggapi hal tersebut, Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebutkan pembentuk UU perlu segera melakukuan merevisi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

Menurut ICW, problematika dari vonis Joko Tjandra ada pada regulasi pemberantasan korupsi. Hal ini lantaran, pasal yang mengatur tentang pemberi suap hanya dapat diganjar hukuman maksimal lima tahun penjara. Padahal, model kejahatan yang dilakukan oleh Djoko Tjandra layak untuk dijatuhi vonis seumur hidup. Hal ini penting untuk menimbulkan efek jera terhadap pihak-pihak yang melakukan tindak pidana serupa seperti Djoko Tjandra.

“Setidaknya untuk mengakomodir Pasal pemberi suap kepada penegak hukum seperti jaksa atau polisi agar diatur secara khusus. Misalnya memasukkan pidana penjara maksimal seumur hidup,” ungkap Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, Selasa (06/04/2021).

Kurnia menegaskan, Djoko Tjandra layak untuk dijatuhi hukuman seumur hidup. Selain telah menyuap aparat penegak hukum, Djoko Tjandra telah melarikan diri dari proses hukum.

“Bahkan, tindakan Djoko Tjandra yang dengan mudah memasuki wilayah Indonesia untuk mengurus pendaftaran Peninjauan Kembali ke Pengadilan telah meruntuhkan wajah penegakan hukum Indonesia,” katanya.

Umpan Berita